KAI Fokus Evakuasi Penumpang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur (Antara Foto)
JAWA BARAT - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan tengah memprioritaskan proses evakuasi penumpang serta penanganan rangkaian kereta pasca insiden tabrakan antara Commuter Line dan kereta api jarak jauh di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, dalam keterangannya di Jakarta, Senin malam, menyampaikan bahwa keselamatan penumpang dan awak menjadi fokus utama dalam penanganan kejadian tersebut. “Seluruh upaya saat ini difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi,” ujarnya.
Pihak KAI menjelaskan bahwa insiden operasional tersebut terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, dan berdampak pada perjalanan kereta api di jalur tersebut.
Baca juga: KAI: Empat Penumpang KRL Meninggal dalam Kecelakaan di Bekasi Timur
Perusahaan juga mengakui situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelanggan maupun keluarga yang menantikan informasi. “Kami memahami kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga,” kata Anne.
KAI turut menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi, seraya memastikan bahwa seluruh penumpang dan petugas akan mendapatkan penanganan secara cepat dan optimal.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan guna mempercepat proses penanganan di lapangan. KAI menegaskan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan situasi. Sementara itu, pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.
Baca juga: KRL Commuter Line Tertabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Terluka
Insiden tersebut juga telah beredar luas di media sosial. Namun hingga saat ini, KAI belum merinci kronologi kejadian karena masih memusatkan perhatian pada proses evakuasi dan penanganan korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara