Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 16:23 WIB

Ratusan Santri Keracunan, Pemkab Sumedang Tanggung Seluruh Biaya Medis

Ratusan Santri Keracunan, Pemkab Sumedang Tanggung Seluruh Biaya MedisRatusan Santri Keracunan, Pemkab Sumedang Tanggung Seluruh Biaya Medis

JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para santri Pondok Pesantren Nuurush Sholah, Kecamatan Cimanggung, yang menjadi korban peristiwa keracunan massal.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Selasa, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan memastikan para santri mendapatkan layanan medis secara maksimal. Ia menegaskan bahwa pembiayaan perawatan seluruh korban sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah turut prihatin atas kejadian ini. Seluruh biaya perawatan para santri yang terdampak telah kami pastikan ditanggung oleh Pemkab Sumedang,” ujar Dony.

Berdasarkan data sementara, lebih dari 100 santri harus menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan yang berasal dari seorang donatur dalam kegiatan pesantren.

Baca juga: Viral Pungli Parkir Braga, Gubernur Jabar Dorong Efek Jera dan Penataan Parkir

Dony menambahkan, kondisi para korban secara bertahap menunjukkan perkembangan yang positif dan sebagian besar telah mengalami perbaikan kesehatan. Ia berharap para santri dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali menjalani aktivitas belajar serta pembinaan keagamaan di lingkungan pesantren dengan aman dan nyaman.

Selain itu, Bupati Sumedang mengingatkan pengelola lembaga pendidikan, khususnya pesantren, agar lebih berhati-hati dan selektif dalam menerima bantuan makanan dari pihak luar.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengawasan terhadap kualitas dan kelayakan konsumsi makanan di lingkungan pesantren, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Sumedang sebelumnya telah menerjunkan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk melakukan pendalaman terkait peristiwa keracunan yang menimpa 116 santri Pesantren Nuurush Sholaah pada Jumat (19/12) malam.

Baca juga: Bentrokan Terjadi antara Pengemudi Ojol dan Massa Aksi di Purwakarta

Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna, menjelaskan bahwa dugaan awal keracunan berasal dari makanan katering yang disajikan dalam kegiatan pengajian malam Jumat. Untuk memastikan penyebabnya, sampel makanan telah dibawa untuk pemeriksaan laboratorium.

“Para santri mengalami keracunan setelah kegiatan pengajian malam Jumat. Polres Sumedang menurunkan tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium,” ujarnya, Sabtu (20/12) dini hari.

Kompol Aan juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat pesantren yang bersangkutan tidak termasuk penerima program tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ratusan Santri Keracunan, Pemkab Sumedang Tanggung Seluruh Biaya Medis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!