Sekretariat DPRD Jawa Barat Siapkan Uji Coba Efisiensi Anggaran Mulai November 2025 (Antara Foto)
JAWA BARAT - Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat berencana melakukan uji coba efisiensi anggaran operasional mulai November 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat yang akan berlaku pada 2026 mendatang.
Sekretaris DPRD Jawa Barat, Dodi Sukmayana, menjelaskan bahwa langkah uji coba dilakukan lebih awal agar penerapan penuh pada tahun berikutnya dapat berjalan tanpa hambatan.
“Efisiensi ini mengikuti kebijakan pusat. Kami akan mulai perlahan di November–Desember 2025, supaya ketika diterapkan secara penuh pada Januari nanti, semuanya sudah siap,” ujar Dodi kepada ANTARA, Selasa (21/10) malam.
Dodi menyebutkan sejumlah langkah efisiensi yang akan diujicobakan, di antaranya penggunaan energi alternatif untuk menekan biaya listrik, pembatasan anggaran kegiatan rapat, serta penerapan sistem work from home (WFH) secara bergilir bagi pegawai.
Pada aspek kelistrikan, DPRD Jabar akan memaksimalkan pemanfaatan panel surya yang sudah terpasang di gedung dewan.
Baca juga: Disparbud Jabar: Gastronomi Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Jawa Barat
“Kami akan mengoptimalkan tenaga surya yang sudah tersedia. Sebagian pasokan listrik nantinya bersumber dari solar panel di atap gedung,” jelasnya.
Sementara untuk kegiatan rapat, anggaran yang semula mencapai Rp11 miliar akan dipangkas menjadi Rp2 miliar pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp800 juta akan difokuskan untuk kebutuhan air minum dan pelaksanaan rapat internal.
“Anggaran rapat dan jamuan memang berkurang signifikan, tapi kegiatan tetap berjalan. Kami hanya menyesuaikan dengan prioritas,” tambah Dodi.
Selain itu, penerapan WFH juga akan diberlakukan secara bergilir mulai November 2025 bagi sebagian dari total 133 pegawai DPRD Jabar, termasuk aparatur sipil negara (ASN). Skema ini diharapkan dapat menekan penggunaan listrik, air, serta biaya langganan internet berbayar.
“Kami hentikan langganan internet komersial dan beralih menggunakan jaringan milik Kominfo. Dengan begitu, pengeluaran rutin bisa ditekan,” kata Dodi.
Ia menegaskan, uji coba efisiensi ini akan dijalankan bertahap agar seluruh pegawai dapat menyesuaikan diri tanpa mengganggu kinerja kelembagaan.
Baca juga: Wahyu Hidayah Masuk Enam Besar PNS Berprestasi Jabar 2025, Angkat Isu Regenerasi Petani
“Efisiensi bukan berarti menurunkan kualitas kerja. Justru ini momentum untuk berinovasi agar pelayanan tetap optimal dengan anggaran yang lebih hemat,” ujarnya.
Dodi menambahkan, langkah efisiensi ini ditargetkan dapat menekan pengeluaran listrik bulanan DPRD Jabar yang selama ini mencapai sekitar Rp120 juta per bulan.
“Kami harap di tahun 2026 biaya listrik bisa turun hingga di bawah Rp70 juta per bulan. Prinsipnya, efisien tapi tetap efektif dalam pelayanan,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara