Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 OKTOBER 2025 • 13:47 WIB

Disparbud Jabar: Gastronomi Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Jawa Barat

Disparbud Jabar: Gastronomi Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Jawa BaratDisparbud Jabar: Gastronomi Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Jawa Barat (Antara foto)

JAWA BARAT - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menilai peluncuran buku Wisata Rasa Bumi Pasundan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjadi langkah penting dalam memperkaya referensi wisata kuliner di Jawa Barat.

“Buku ini sangat bermakna bagi Jawa Barat. Setidaknya, ia melengkapi data dan kisah tentang kuliner khas daerah yang menjadi bagian dari identitas budaya kita,” ujar Iendra usai menghadiri acara peluncuran di kawasan Jalan Progo, Bandung, Minggu (20/10).

Menurutnya, dokumentasi gastronomi dalam buku tersebut tidak hanya sebatas resep, tetapi juga mencakup asal bahan, cara pengolahan, hingga nilai budaya dan filosofi di balik setiap sajian.

“Menikmati gastronomi itu tidak sekadar makan. Ada cerita, ada sejarah, bahkan filosofi yang membuatnya lebih dalam. Karena itu, untuk benar-benar memahami satu hidangan, bisa butuh waktu berjam-jam,” tuturnya.

Baca juga: Batik Ciwaringin: Identitas Budaya Cirebon yang Terjaga Lewat Alam dan Tradisi

Lebih lanjut, Iendra menjelaskan bahwa kekuatan pariwisata Jawa Barat terletak pada cerita yang menyertai kulinernya. Ia mencontohkan kekayaan daerah yang memiliki 77 jenis sambal khas sebagai bagian dari keragaman gastronomi Sunda.

“Gastronomi menjadi narator paling efektif untuk memperkenalkan Jawa Barat. Ia berbicara tentang kesuburan alam, kebijaksanaan budaya, dan kreativitas masyarakat Sunda,” ucapnya.

Ia menambahkan, sektor ini kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat. Hingga pertengahan 2025, pergerakan wisatawan menunjukkan tren tertinggi sejak 2021.

“Secara ekonomi, alhamdulillah, pergerakan kunjungan wisata ke Jawa Barat hingga Agustus mencapai 141,5 juta, tertinggi sejak 2021, bahkan melampaui Jawa Timur dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Iendra menilai, kehadiran buku Wisata Rasa Bumi Pasundan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan gastronomi sebagai produk unggulan yang bernilai jual tinggi.

“Langkah selanjutnya adalah bagaimana mengelola potensi ini secara teknis agar bisa dikemas dan dipasarkan sebagai daya tarik wisata. Wisatawan datang bukan hanya untuk alam dan budaya, tapi juga untuk mencicipi rasa autentik Jawa Barat,” imbuhnya.

Lebih jauh, Iendra menyebut buku tersebut akan menjadi pendukung kuat bagi program ‘West Java Train-cation’, inisiatif wisata berbasis kereta api yang tengah digalakkan Disparbud Jabar.

Baca juga: Jawa Barat Catat Rekor Baru, 42 Warisan Budaya Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia 2025

Buku gastronomi ini menyoroti kuliner dari Bandung, Garut, dan Tasikmalaya, tiga daerah yang kini sedang dipromosikan dalam pengembangan wisata rel. Disparbud pun tengah menyiapkan dua proyek unggulan: Kereta Klasik Bogor–Cipatat, yang akan memperluas akses menuju Situs Gunung Padang, serta Kereta Uap “Si Gombar” Bandung–Garut, yang memiliki potensi menarik wisatawan mancanegara.

“Kereta wisata ini memiliki dua fungsi: sebagai sarana transportasi dan sebagai penggerak ekonomi lokal. Saat wisatawan turun di stasiun, mereka bisa langsung menikmati kuliner khas daerah seperti Burayot atau makanan tradisional lainnya yang telah terdata dalam buku ini,” pungkas Iendra.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Disparbud Jabar: Gastronomi Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Jawa Barat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!