Pembukaan Asia Africa Festival 2026 di Bandung Berlangsung Meriah, Angkat Tema Unity in Diversity
JAWA BARAT - Pembukaan Asia Africa Festival (AAF) 2026 berlangsung semarak di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026). Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya yang menjadi pembuka festival bertaraf internasional tersebut.
Suasana perayaan semakin meriah melalui berbagai penampilan, mulai dari pawai budaya, marching band, parade kostum, hingga pertunjukan seni yang berhasil memikat perhatian masyarakat dan wisatawan yang hadir.
Peresmian festival dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, bersama sejumlah tamu kehormatan lainnya. Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup menilai tema "Unity in Diversity, Rising in Harmony" memiliki makna yang semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini.
"Dari Unity in Diversity, mari kita wujudkan Unity for Sustainability. Harmoni sejati tidak akan tercapai apabila manusia tidak hidup selaras dengan alam," ujarnya.
Baca juga: Empat Putra-Putri Terbaik Wakili Jawa Barat di Audisi Gita Bahana Nusantara 2026
Ia menegaskan bahwa seni, budaya, dan kreativitas memiliki peran strategis sebagai instrumen diplomasi lingkungan. Menurutnya, penyelenggaraan festival seperti Asia Africa Festival bukan hanya menjadi ruang bagi ekspresi budaya, tetapi juga media untuk menumbuhkan kesadaran bersama, memperkuat solidaritas, serta mendorong aksi kolektif dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan bahwa Kota Bandung memiliki warisan sejarah yang tetap relevan hingga saat ini. Ia mengingatkan bahwa 71 tahun silam, Bandung menjadi tempat lahirnya Dasasila Bandung yang membawa pesan penghormatan terhadap kesetaraan, dialog damai, serta kerja sama antarbangsa.
"Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menjaga warisan tersebut melalui visi Bandung Utama, yaitu mewujudkan kota yang unggul, inklusif, transparan, maju, dan agamis. Kota yang besar adalah kota yang mampu memelihara toleransi, memperkuat persatuan, serta menghadirkan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk tumbuh bersama," katanya.
Iskandar juga menyampaikan apresiasi kepada para delegasi dan tamu dari berbagai negara yang hadir dalam festival tersebut. Menurutnya, Asia Africa Festival menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan antarbangsa sekaligus memperkenalkan Bandung sebagai kota yang terbuka, ramah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam kesempatan yang sama, turut dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Jemmy Alexander, kepada Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain.
Baca juga: Bandung Siapkan Kantong Parkir dan Tindak Tegas Parkir Liar Jelang Asia Afrika Festival 2026
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas terpilihnya Asia Africa Festival sebagai salah satu agenda unggulan nasional yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026, Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai kota bersejarah yang terus menjaga semangat Konferensi Asia Afrika melalui diplomasi budaya. Festival ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus mendorong kolaborasi menuju masa depan yang damai, harmonis, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Disparbud Jabar