Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 JULI 2026 • 16:29 WIB

Pariwisata Ramah Muslim Makin Diminati, ACES Jadi Standar Penilaian Destinasi

Pariwisata Ramah Muslim Makin Diminati, ACES Jadi Standar Penilaian DestinasiPariwisata Ramah Muslim Makin Diminati, ACES Jadi Standar Penilaian Destinasi

JAWA BARAT - Tren pariwisata ramah Muslim terus mengalami pertumbuhan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Melihat besarnya potensi pasar , pengembangan destinasi yang mampu memenuhi kebutuhan segmen ini semakin menjadi perhatian.

Berdasarkan data Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, jumlah perjalanan wisatawan Muslim di dunia terus menunjukkan peningkatan. Sepanjang tahun 2024 tercatat sekitar 196 juta perjalanan, dan angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 262 juta perjalanan pada 2030.

Pertumbuhan tersebut mendorong banyak negara untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata agar lebih ramah bagi wisatawan Muslim. Dalam penilaiannya, GMTI menggunakan kerangka ACES (Access, Communication, Environment, Services) sebagai acuan utama dalam mengukur kesiapan sebuah destinasi.

Access (Akses)

Aspek akses tidak hanya berkaitan dengan kemudahan mencapai tujuan wisata, tetapi juga mencakup kualitas infrastruktur, pilihan moda transportasi, konektivitas, serta mobilitas wisatawan selama berada di destinasi.

Kemudahan akses memungkinkan wisatawan memanfaatkan waktu perjalanan secara lebih optimal. Bagi wisatawan Muslim, faktor ini turut berperan dalam menciptakan pengalaman berwisata yang nyaman dan efisien.

Baca juga: Disbudpar Cianjur Genjot Promosi, PAD Wisata Cibodas Sudah Capai Rp500 Juta

Communication (Komunikasi)

Komunikasi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pariwisata ramah Muslim. Penilaian pada aspek ini mencakup ketersediaan informasi mengenai lokasi masjid dan musala, restoran halal, panduan wisata Muslim, kesiapan pemandu wisata, promosi digital, hingga edukasi bagi pelaku industri pariwisata.

Informasi yang mudah diakses dan akurat akan meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap suatu destinasi. Di tengah perkembangan teknologi digital, komunikasi bahkan menjadi faktor awal yang memengaruhi keputusan seseorang dalam memilih tujuan wisata.

Environment (Lingkungan)

Kualitas lingkungan juga menjadi indikator penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang positif. Kebersihan, keamanan, keramahan masyarakat, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi unsur yang mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Lingkungan yang tertata dengan baik dapat memberikan kesan positif sekaligus mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung. Oleh karena itu, upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola destinasi, tetapi juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Services (Layanan)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparbud Jabar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pariwisata Ramah Muslim Makin Diminati, ACES Jadi Standar Penilaian Destinasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!