JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi khusus kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Bandung, Minggu (17/8).
Dalam sambutannya, Dedi menyampaikan terima kasih atas dedikasi para anggota Paskibraka yang telah menjalani masa pelatihan panjang dan melaksanakan tugas pengibaran bendera dengan baik. Sebagai bentuk penghargaan, ia menyiapkan bonus sebesar Rp150 juta bagi seluruh anggota pasukan.
“Pengibar bendera pusaka telah melaksanakan tugas dengan baik. Sebagai apresiasi, saya berikan bonus Rp150 juta untuk seluruh anggota Paskibraka,” ujar Dedi di hadapan peserta upacara.
Baca juga: Dedi Mulyadi: 100 Persen Tolak Keramba Jaring Apung di Pangandaran
Sebelum menyampaikan sambutannya, Dedi sempat menyapa jajaran tamu undangan, di antaranya Wakil Gubernur Jabar, Ketua DPRD Jabar, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar, para veteran, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya. Ia juga mengajak hadirin untuk mendoakan almarhumah Maryam Harmaen, istri mantan Gubernur Jawa Barat Solihin GP.
Peringatan HUT ke-80 RI di Bandung tahun ini turut dimeriahkan dengan kirab budaya yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kirab dimulai dari Gedung Negara Pakuan pada pukul 07.00 WIB dan menempuh jarak sekitar 3,5 kilometer menuju Lapangan Gasibu.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat, Akhmad Taufiqurrachman, menjelaskan kirab tersebut membawa duplikat Bendera Pusaka dengan pengawalan pasukan berkuda dan kuda pengiring dari Daarut Tauhid. Dua kereta kencana, salah satunya pernah digunakan Istana Negara, turut serta dalam iringan.
Selain itu, peserta kirab meliputi perwakilan perangkat daerah yang mengenakan busana adat nusantara, komunitas otomotif dengan 17 mobil klasik sebagai simbol tanggal kemerdekaan, 45 orang berpakaian adat yang merepresentasikan tahun 1945, serta marching band beranggotakan 80 personel sesuai usia kemerdekaan Indonesia tahun ini.
“Kirab budaya ini menjadi bentuk penghormatan terhadap Duplikat Bendera Pusaka, sekaligus cerminan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Akhmad.
Rute kirab melewati sejumlah jalan protokol Bandung, mulai dari Gedung Negara Pakuan, Jalan Viaduct, Jalan Wastukencana, LLRE Martadinata, hingga Jalan Diponegoro, dan berakhir di depan Lapangan Gasibu.
Baca juga: Gubernur Jabar Tegaskan ASN yang Menunggak Pajak Kendaraan Akan Disanksi
Sesampainya di lokasi, duplikat bendera ditempatkan di podium utama untuk prosesi pengibaran dengan Gubernur Dedi Mulyadi bertindak sebagai inspektur upacara. Usai pengibaran, acara dilanjutkan dengan defile pasukan upacara, melibatkan prajurit TNI dari tiga matra, pasukan elite seperti Kopassus dan Brimob, hingga pelajar Panca Waluya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA