Jumat, 12 JUNI 2026 • 13:39 WIB

Dua Ruang Kelas Baru di Garut Dibangun dari 15 Ton Sampah Plastik Residu

Author

Dua Ruang Kelas Baru di Garut Dibangun dari 15 Ton Sampah Plastik Residu (Antara Foto)

JAWA BARAT - Memanfaatkan sampah plastik menjadi material bangunan dinilai sebagai salah satu langkah inovatif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melalui pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dukungan itu disampaikan saat peletakan bata plastik daur ulang pertama untuk pembangunan gedung baru sekolah tersebut, Kamis. Menurut Abdusy Syakur, pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat merupakan solusi yang patut diapresiasi.

"Ini salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik, memanfaatkan sampah plastik jadi sesuatu yang lebih berguna buat masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla merupakan bentuk kepedulian Yayasan Bakti Barito terhadap isu lingkungan sekaligus peningkatan kualitas pendidikan.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan bata berbahan dasar sampah plastik daur ulang sebagai material dinding ruang kelas dan toilet sekolah. Material tersebut dinilai kokoh, tahan lama, serta dirancang dengan sistem saling mengunci antarbata.

"Ini menurut saya sesuatu inovasi yang baik. Tadi saya lihat ada inovasi terkait dengan konsep yang interlocking, saling mengunci antara bata satu dengan bata yang lain," katanya.

Baca juga: Jawa Barat Perluas Pasar Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao melalui Wiitex 2026

Abdusy Syakur menilai terobosan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih ramah lingkungan di Kabupaten Garut. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang dibangun melalui pendekatan ekonomi sirkular, sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

"Ini adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan terkait dengan pembangunan di bidang pendidikan," ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap inovasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik secara bertanggung jawab.

"Menjadi contoh nyata bagi masyarakat Garut tentang pentingnya pengelolaan sampah serta kesehatan. Saya juga berharap kerja sama seperti ini bukan hanya di tempat ini saja, melainkan bisa ke tempat-tempat yang lain," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu, menyampaikan bahwa inovasi di bidang lingkungan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat apabila diterapkan secara kolaboratif.

Baca juga: Libur Sekolah 2026, KCIC Ingatkan Bahaya Bermain Layang-Layang Dekat Jalur Whoosh

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Garut yang bersedia menjadi pelopor dalam mengadopsi solusi tersebut, termasuk pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bangunan sekolah.

"Melalui kerja sama pemerintah setempat dan mitra teknologi, kita membuktikan kalau plastik residu bisa menjadi bagian dari penyelesaian, dengan membangun ruang untuk anak-anak bisa belajar dan membantu mengurangi beban di lingkungan," ujarnya.

Fifi menjelaskan, pembangunan gedung baru SDN 3 Sukanegla menggunakan material hasil daur ulang plastik residu, yakni jenis limbah yang selama ini sulit atau bahkan tidak dapat diolah melalui metode daur ulang konvensional.

Hampir seluruh komponen utama bangunan memanfaatkan material tersebut. Sekitar 15 ton limbah plastik residu diolah untuk membangun dua ruang kelas baru dan dua unit toilet yang nyaman digunakan para siswa.

"Langkah ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghadirkan infrastruktur serta fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang," katanya.

Pembangunan ruang kelas dan fasilitas toilet itu ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan, sehingga dapat mulai digunakan pada Juli 2026 bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU