Sabtu, 06 JUNI 2026 • 20:19 WIB

Milad Ke-4 Wahegar: Kebaya Jadi Simbol Kekuatan Perempuan Garut dan Warisan Budaya

Author

Milad Ke-4 Wahegar: Kebaya Jadi Simbol Kekuatan Perempuan Garut dan Warisan Budaya

JAWA BARAT - Wanita Hebat Garut (Wahegar) memperingati hari jadinya yang keempat melalui rangkaian kegiatan yang digelar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Iwa Kartiwa, menyampaikan apresiasi atas kiprah Wahegar yang selama empat tahun terakhir aktif mendukung upaya pemberdayaan perempuan di daerah.

Iwa berharap organisasi tersebut mampu terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan zaman. Selain itu, Wahegar juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak serta menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat Kabupaten Garut.

“ Saya berharap Wahegar dapat terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu bersinergi dengan berbagai pihak serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Milad Ke-4 Wahegar: Kebaya Jadi Simbol Kekuatan Perempuan Garut dan Warisan Budaya

Peringatan Milad ke-4 Wahegar tahun ini mengusung tema kebaya yang diwujudkan melalui ajang fashion show. Kegiatan tersebut didedikasikan untuk mengenang jasa Raden Ayu Lasminingrat, tokoh perempuan asal Garut yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan sekaligus pejuang pendidikan di Indonesia.

Ketua Wahegar, Susi Sabion, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat terhadap peran penting perempuan Garut dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya melalui kiprah Raden Ayu Lasminingrat.

Menurutnya, jauh sebelum organisasi Wahegar berdiri, Garut telah melahirkan perempuan-perempuan inspiratif yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Sosok Raden Ayu Lasminingrat dinilai memiliki peran penting dalam memperjuangkan emansipasi perempuan, kesetaraan gender, serta kemajuan pendidikan yang berdampak pada peningkatan kualitas generasi bangsa.

Baca juga: Semangat Gotong Royong, DPRD Garut Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Susi juga menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga maupun lingkungan sosial. Ia meyakini perempuan yang mandiri dan berdaya akan turut berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Milad ke-4 Wahegar, Ani Suhartini, mengatakan bahwa kebaya dipilih sebagai simbol yang merepresentasikan identitas sekaligus kekuatan perempuan.

Menurut Ani, kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan memiliki makna yang lebih mendalam sebagai simbol martabat, jati diri, dan kebanggaan perempuan Garut.

Ia pun mengajak seluruh perempuan untuk terus mengambil peran aktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Baca juga: Garut Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik I Regional Jawa-Bali dari Kemendagri

“Kita adalah ibu, kita adalah pendidik, kita adalah pewaris budaya, kita wajib ikut berperan aktif memajukan kebudayaan,” katanya.

Peringatan Milad ke-4 Wahegar menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pelestarian budaya sekaligus mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Garut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Garut

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU