JAWA BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, terus memperkuat ekosistem industri ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang didominasi kelompok usia produktif.
Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, mengatakan sebanyak 67,3 persen dari total 390,27 ribu penduduk Kota Cimahi berada pada usia produktif. Kondisi tersebut dinilai menjadi aset penting dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di daerah.
“Potensi SDM menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan industri kreatif di Cimahi. Dominasi penduduk usia produktif memberikan peluang besar untuk memperkuat sektor ini,” kata Maria di Cimahi, Jumat.
Ia menjelaskan, upaya membangun ekosistem industri kreatif telah dimulai sejak 2009 melalui pengembangan sistem inovasi daerah yang menjadi landasan pertumbuhan berbagai subsektor kreatif, terutama animasi dan media digital.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, Pemkot Cimahi mengembangkan Baros Information Technology and Creative (BITC) yang diresmikan pada 2012. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat inkubasi bisnis, pelatihan, serta ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif, termasuk sektor animasi.
Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Astra Tol Cipali Dorong Pengurangan Sampah Plastik
Menurut Maria, keberadaan BITC merupakan hasil dari proses pengembangan jangka panjang yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif di Kota Cimahi.
Seiring perkembangannya, BITC kini menjadi salah satu pusat kegiatan industri animasi yang mempertemukan komunitas, studio kreatif, dan pelaku usaha berbasis teknologi digital dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Saat ini, Kota Cimahi memiliki empat subsektor ekonomi kreatif unggulan, yakni makanan dan minuman, kerajinan, tekstil dan produk tekstil, serta animasi dan media kreatif yang telah menjadi salah satu identitas daerah.
Berbagai kajian juga menunjukkan bahwa ekosistem animasi di Cimahi telah melahirkan lebih dari 20 hingga 30 studio kreatif aktif. Studio-studio tersebut menghasilkan ribuan karya animasi dan konten digital yang dipasarkan melalui beragam platform.
Baca juga: Jelang Libur Sekolah, Petugas Gabungan Bersihkan Sampah di Pantai Apra Cianjur
Selain itu, program inkubasi yang dijalankan dalam pengembangan ekosistem kreatif tercatat menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp1,2 miliar melalui penguatan industri kreatif yang melibatkan komunitas dan studio lokal.
Untuk mendukung keberlanjutan sektor tersebut, Pemkot Cimahi juga terus menggelar berbagai program pelatihan, kompetisi, pameran, serta kolaborasi antarkomunitas guna meningkatkan kapasitas SDM di bidang animasi dan industri kreatif. “Penguatan ekosistem ini diarahkan agar pelaku industri kreatif semakin kompetitif serta memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Maria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara