Kamis, 30 APRIL 2026 • 16:44 WIB

Inovasi di Cimahi, Limbah Plastik Disulap Menjadi Bahan Bakar Petasol

Author

Inovasi di Cimahi, Limbah Plastik Disulap Menjadi Bahan Bakar Petasol

JAWA BARAT - Bank Sumberdaya Sampah Induk (BSSI) Melong 26 di Kota Cimahi memperkenalkan inovasi bahan bakar alternatif bernama Petasol, yakni bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari pengolahan limbah plastik melalui metode pirolisis Fastpol.

Di fasilitas tersebut, sampah plastik dengan nilai ekonomi rendah terlebih dahulu dicacah, kemudian diproses menggunakan mesin pirolisis hingga menghasilkan bahan bakar setara solar. Proses pengolahan membutuhkan waktu sekitar delapan jam sejak bahan baku dimasukkan ke dalam mesin hingga menjadi BBM siap pakai.

Salah satu pendiri BSSI Melong 26, Lionardo Sutandi, menyampaikan bahwa pengembangan Petasol telah berjalan hampir dua tahun. Ia menyebut kualitas bahan bakar yang dihasilkan setara dengan solar premium.

Menurut Lionardo, inovasi ini berawal dari keresahan terhadap penanganan sampah plastik bernilai rendah yang selama ini kerap dibakar tanpa pemanfaatan. Dengan teknologi pirolisis, limbah plastik diubah menjadi gas yang kemudian dikondensasi menjadi bahan bakar cair. Mesin yang digunakan terdiri dari beberapa komponen utama, seperti reaktor, sistem pemanas, kondensor, dan tangki penampung.

Baca juga: Harga Plastik Naik, Volume Setoran di Bank Sampah Cimahi Turun

Ia menjelaskan, proses tersebut pada dasarnya mengembalikan plastik ke bentuk asalnya sebagai turunan minyak bumi. Rantai karbon panjang dalam plastik dipecah menjadi rantai yang lebih pendek, sehingga menghasilkan bahan bakar jenis solar dalam bentuk cair.

Produk BBM yang dihasilkan diberi nama Petasol, singkatan dari Polyethylene to Alternative Solar, yang mencerminkan proses konversi plastik menjadi bahan bakar alternatif.

Saat ini, kapasitas produksi Petasol menggunakan mesin pirolisis generasi keenam mencapai 75 kilogram sampah plastik per hari. Dari jumlah tersebut, dapat dihasilkan sekitar 60 hingga 70 liter bahan bakar, tergantung kualitas bahan baku yang digunakan. Jenis plastik yang diolah mencakup hampir seluruh jenis, kecuali berbahan dasar PVC.

Lionardo menambahkan, produk ini telah dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha konstruksi untuk operasional alat berat, hingga petani dan nelayan. Petasol dipasarkan dengan harga sekitar Rp15 ribu per liter, lebih rendah dibandingkan BBM sejenis di pasaran.

Baca juga: Panyaweuyan Majalengka, Perpaduan Wisata dan Sentra Bawang Merah

Meski demikian, kapasitas produksi yang ada saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan. Ia menyebut, pengembangan ini ditujukan terutama untuk membantu masyarakat kecil yang kerap mengalami keterbatasan akses terhadap bahan bakar.

Selain itu, Petasol diklaim telah melalui berbagai pengujian, termasuk uji performa hingga 50.000 kilometer, sehingga dinilai layak digunakan, termasuk pada kendaraan tertentu.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Cimahi

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU