Senin, 20 APRIL 2026 • 17:12 WIB

Harga Plastik Naik, Volume Setoran di Bank Sampah Cimahi Turun

Author

Harga Plastik Naik, Volume Setoran di Bank Sampah Cimahi Turun

JAWA BARAT - Kenaikan harga plastik yang dipicu dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak pada aktivitas pengelolaan sampah di Bank Sampah Induk Cimahi (Samici), Kota Cimahi, Jawa Barat. Dalam tiga bulan terakhir, terjadi penurunan volume setoran sampah plastik, baik dari nasabah kelompok melalui Bank Sampah Unit (BSU) maupun individu.

Berdasarkan data Samici, total setoran sampah plastik pada Januari 2026 mencapai 27.517,9 kilogram, termasuk 959,5 kilogram kantong plastik. Pada Februari, jumlah tersebut menurun menjadi 23.050,6 kilogram dengan 710,5 kilogram kantong plastik. Penurunan kembali terjadi pada Maret dengan total 22.619,5 kilogram, sementara sampah kantong plastik tercatat 647,1 kilogram.

Koordinator Samici, Dewi Eriyanti, menjelaskan bahwa tren penurunan tersebut terlihat konsisten dalam laporan bulanan sejak awal tahun. “Penyetoran sampah plastik dari bank sampah maupun masyarakat mengalami penurunan dari Januari hingga Maret,” ujarnya saat ditemui di kantor Samici, Jalan KH Usman Dhomiri, Cimahi, Jumat (17/4/2026).

Menurut Dewi, kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya harga plastik di pasaran, yang mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Akibatnya, plastik yang sebelumnya langsung dibuang kini lebih sering dimanfaatkan kembali.

Baca juga: Harga Plastik Melonjak, Pemkot Bandung Imbau Warga Kurangi Penggunaan Sekali Pakai

Ia menilai, berkurangnya penggunaan plastik tersebut memberikan dampak positif terhadap lingkungan karena volume sampah yang dihasilkan turut menurun. “Dengan harga yang meningkat, penggunaan plastik berkurang sehingga sampah yang dihasilkan juga lebih sedikit,” katanya.

Bank Samici, yang beroperasi sejak 2014, saat ini memiliki sekitar 2.500 nasabah hingga 2025, terdiri atas sekitar 800 unit BSU dan sisanya nasabah individu. Namun, tidak seluruh nasabah tercatat aktif secara rutin.

Sejak awal, keberadaan Samici bertujuan membantu mengurangi beban sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, sekaligus mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Bank ini hanya menerima sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi.

Jenis sampah yang dikelola meliputi 29 kategori plastik, 14 jenis logam, 12 jenis kertas, tiga jenis kaca, tiga jenis barang elektronik, serta lima kategori lainnya. Sampah dari nasabah kelompok biasanya dijemput, sedangkan nasabah individu menyetorkan langsung ke lokasi.

Setelah diterima, sampah dipilah kembali, kemudian dikemas sesuai jenis sebelum dijual. Saat ini, Samici mengelola rata-rata 1,8 ton sampah anorganik per hari, seiring tidak semua nasabah aktif menyetor.

Meski harga plastik di pasaran meningkat, Samici tidak menaikkan harga beli sampah dari nasabah. Harga terendah tercatat pada jenis kaca sebesar Rp50 per kilogram, sementara harga tertinggi untuk aluminium mencapai Rp11.000 per kilogram.

Baca juga: Wali Kota Bandung Soroti Kenaikan Harga Plastik hingga Empat Kali Lipat

Dewi menambahkan, sistem tabungan sampah kini tidak lagi sepenuhnya berbasis penyimpanan saldo. Nasabah dapat mencairkan hasil setoran dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan hari melalui transfer.

Menurutnya, meski belum sepenuhnya optimal, keberadaan Samici tetap memberikan kontribusi dalam pengelolaan sampah di Kota Cimahi. Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah agar kebiasaan memilah sampah semakin meluas.

“Sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi. Kami akan terus mengedukasi masyarakat agar sampah anorganik bisa dimanfaatkan dan tidak langsung dibuang,” ujarnya.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Cimahi

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU