Senin, 30 MARET 2026 • 15:39 WIB

Bupati Kuningan Tinjau Proyek Jembatan Cipedak Usai Diterjang Banjir

Author

Bupati Kuningan Tinjau Proyek Jembatan Cipedak Usai Diterjang Banjir

JAWA BARAT - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan mengakibatkan debit air Sungai Cijemit meningkat tajam. Kondisi tersebut berdampak pada terseretnya sebagian material pembangunan Jembatan Cipedak di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru.

Peristiwa ini mendapat perhatian langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang meninjau lokasi pada Minggu (29/3). Peninjauan dilakukan bersama Sekretaris Daerah Uu Kusmana, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan setempat.

Bupati Dian menjelaskan, hujan deras yang disertai angin kencang memicu sejumlah kejadian bencana di beberapa wilayah, termasuk di Desa Cijemit. Berdasarkan keterangan kepala desa, ketinggian air sungai bahkan sempat mencapai sekitar 8 meter, yang disebut sebagai kejadian pertama dalam empat tahun terakhir.

Akibatnya, material konstruksi berupa besi jembatan yang belum terpasang permanen terbawa arus. Padahal, pembangunan jembatan tersebut tengah berlangsung dan memiliki peran penting sebagai penghubung sejumlah wilayah, seperti Ciniru, Gunungmanik, Pinara, hingga Cipedak.

Baca juga: Sekdis Diskominfo Kuningan Dorong ASN Hemat Energi dan Patuh Pajak

Bupati menyatakan, material yang masih memungkinkan akan diupayakan untuk dimanfaatkan kembali. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, tim teknis, serta pihak rekanan untuk melakukan penanganan di lapangan.

Selain itu, pemerintah daerah meminta segera dibangun jembatan darurat guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, mengingat jalur tersebut menjadi akses utama, termasuk untuk distribusi hasil pertanian.

Bupati Kuningan Tinjau Proyek Jembatan Cipedak Usai Diterjang Banjir

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR, Tedy, memastikan bahwa pekerjaan fisik tetap berjalan meskipun menghadapi sejumlah kendala. Ia menyebutkan, secara umum kondisi struktur utama masih aman untuk dilanjutkan.

Struktur abutmen di sisi utara dan selatan dilaporkan dalam kondisi stabil, sementara bagian sayap utara yang sebelumnya terdampak banjir telah diperbaiki dan dinyatakan aman. Untuk mempercepat proses pengerjaan, pihak rekanan berencana menambah alat berat berupa ekskavator berkapasitas lebih besar.

Namun demikian, tantangan utama saat ini adalah penanganan material besi sepanjang sekitar 50 meter yang terbawa arus. Dari lima bagian yang ada, satu bagian mengalami kerusakan cukup berat sehingga berpotensi tidak dapat digunakan kembali.

Tedy menjelaskan, material yang masih memungkinkan akan ditarik dan diperbaiki. Apabila tidak dapat digunakan, penggantian akan dilakukan guna menjamin keamanan konstruksi.

Ia menambahkan, kondisi tersebut serta faktor cuaca yang belum stabil, termasuk hilangnya pilar tengah jembatan, menyebabkan target penyelesaian mengalami penyesuaian. Pekerjaan diperkirakan mundur sekitar tiga minggu dari jadwal semula.

Baca juga: Tuti Andriani Cek Lokasi Banjir Cisanggarung, Pastikan Penanganan Berjalan

Meski demikian, tidak ditemukan kerusakan fatal pada desain utama jembatan. Pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan dengan memperhatikan aspek kekuatan dan keselamatan struktur.

Sebelumnya, hujan deras yang terjadi pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 17.30 WIB di wilayah Kecamatan Ciniru menyebabkan peningkatan debit air Sungai Cijemit secara signifikan hingga menyeret material pembangunan jembatan tersebut.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Kuningan

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU