Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 21:17 WIB

Di Usia ke-56, Farhan Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Kota Bandung

Author

Di Usia ke-56, Farhan Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Kota Bandung

JAWA BARAT - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menapaki usia ke-56 dengan menjadikannya sebagai momentum refleksi atas perjalanan hidup sekaligus kepemimpinannya di Kota Bandung.

Farhan menyampaikan rasa syukur atas berbagai hal yang telah dilalui hingga usia yang semakin matang. Di balik itu, ia juga merasakan duka mendalam atas wafatnya sang ibunda pada pekan lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengalaman batin yang semakin menguatkan kedewasaan dan kematangan dirinya.

“Alhamdulillah di usia ke-56 ini saya mendapatkan banyak berkah. Walaupun harus kehilangan ibunda saya minggu lalu, hal itu justru membuat saya semakin dewasa dan matang,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Rabu (25/2/2026).

Ia menilai, kehilangan tersebut sekaligus menjadi titik perenungan yang mempertegas komitmennya dalam menjalankan tugas. Berbagai dinamika yang dihadapi selama setahun terakhir juga dinilainya turut membentuk karakter kepemimpinan yang lebih kuat.

Farhan menjelaskan, pada tahun pertama masa jabatannya, Pemerintah Kota Bandung dihadapkan pada proses pembenahan tata kelola yang cukup kompleks. Kondisi tersebut tidak terlepas dari sistem pemerintahan yang bersifat sementara sejak 2021.

Baca juga: Mudik Gratis Pemkot Bandung Kembali Dibuka, Ini Rute dan Jadwalnya

Menurutnya, diperlukan waktu sekitar satu tahun untuk menata kembali sistem pemerintahan agar berjalan lebih terstruktur dan sistematis.

Dalam proses tersebut, ia juga mengakui adanya persoalan hukum yang memberikan tekanan, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa roda pemerintahan harus tetap berjalan.

“Ada badai hukum yang cukup berat, tetapi kita tidak bisa berhenti. Pemerintahan harus tetap berjalan,” katanya.

Di Usia ke-56, Farhan Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Kota Bandung

Memasuki usia 56 tahun, Farhan menyatakan ingin mendorong agar program-program pembangunan di Kota Bandung tidak hanya memberikan dampak lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan di tingkat nasional.

Ia menekankan pentingnya penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat, sehingga kebijakan dan program daerah dapat selaras dengan agenda pembangunan nasional, termasuk dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Di sisi lain, Farhan juga mulai membuka peluang kerja sama internasional. Namun, langkah tersebut dilakukan secara bertahap, dengan memastikan terlebih dahulu stabilitas dan kesiapan sistem tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.

Baca juga: Sesar Lembang Berpotensi Aktif, Upaya Pengurangan Risiko Harus Dipercepat

Menurutnya, fondasi tata kelola yang kuat menjadi prasyarat utama sebelum memperluas jejaring kolaborasi.

Farhan juga menyoroti karakter masyarakat Bandung yang dikenal kritis. Ia menilai budaya kritik sebagai energi positif yang dapat mendorong pemerintah untuk terus berbenah.

“Kritik dari masyarakat sangat membantu kami untuk berkembang. Bandung harus tetap menjadi kota yang kritis, bukan kota yang terlena,” ujarnya.

Ia menegaskan, sikap kritis warga merupakan kekuatan yang perlu dijaga karena dapat mendorong inovasi dan meningkatkan kemampuan kota dalam beradaptasi menghadapi berbagai tantangan.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyadari bahwa secara administratif dirinya akan memasuki kategori lanjut usia menjelang akhir masa jabatan. Hal itu disampaikannya dengan nada ringan.

Meski demikian, ia memastikan komitmennya untuk menuntaskan berbagai agenda pembangunan yang telah direncanakan. Baginya, faktor usia tidak menjadi hambatan untuk tetap bekerja secara produktif dan visioner.

Baca juga: Lima SD Jadi Percontohan Program Ekosistem Pangan Sehat Kota Bandung

Farhan berharap sisa masa kepemimpinannya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan, memperluas kolaborasi, serta menjaga Bandung tetap berkembang sebagai kota yang progresif dan berintegritas.

“Yang terpenting, kita terus melangkah dan tidak berhenti,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU