Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 19:03 WIB

Jelang Natal 2025, Gereja di Kota Bandung Perkuat Kesiapan dan Pengamanan

Author

Jelang Natal 2025, Gereja di Kota Bandung Perkuat Kesiapan dan Pengamanan

JAWA BARAT - Menjelang perayaan Natal 2025, suasana persiapan mulai tampak di sejumlah gereja di Kota Bandung. Tidak hanya berfokus pada kesiapan ibadah, gereja-gereja juga menaruh perhatian pada aspek keamanan, kebersamaan keluarga, serta penguatan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Di Gereja Katedral Bandung, berbagai persiapan telah dilakukan secara bertahap sejak sekitar satu bulan terakhir. Persiapan tersebut mencakup kebutuhan fisik maupun nonfisik guna memastikan rangkaian ibadah Natal berjalan dengan tertib dan khidmat.

Humas Gereja Katedral Bandung, Amanda, menyampaikan bahwa tingkat kesiapan perayaan Natal di Katedral telah mendekati 90 persen.“Sebagian besar persiapan sudah selesai, baik di dalam maupun di luar area gereja. Saat ini kami masih menyempurnakan fasilitas fisik, terutama penataan tempat duduk bagi umat yang akan mengikuti ibadah malam Natal dan Hari Raya Natal,” kata Amanda, Selasa (23/12/2025).

Selain sarana ibadah, aspek pengamanan menjadi perhatian utama. Amanda menjelaskan bahwa pengamanan akan berlangsung selama 24 jam penuh sejak 21 Desember hingga 2 Januari 2026, dengan sistem dua shift. Pengamanan tersebut melibatkan tim internal gereja serta dukungan aparat dari Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Atasi Kemacetan Nataru, Gubernur Jabar Usulkan Angkot Bandung Libur Dua Hari

“Selama beberapa tahun terakhir, perayaan Natal di Katedral selalu berlangsung aman dan kondusif. Kami sangat menghargai dukungan pemerintah dan aparat keamanan. Menjelang malam Natal, jumlah personel pengamanan juga akan ditingkatkan,” ujarnya.

Perayaan Natal 2025 mengangkat tema nasional “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, yang ditetapkan oleh Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Amanda menilai tema tersebut relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana banyak keluarga menghadapi berbagai tantangan dalam relasi.“Tema ini diharapkan menjadi pengingat bahwa Natal adalah momentum untuk membangun kembali keharmonisan dan memperbaiki relasi dalam keluarga, baik antara orang tua dan anak maupun antaranggota keluarga lainnya,” katanya.

Sejalan dengan tema tersebut, pihak gereja juga mengimbau umat untuk merayakan Natal bersama keluarga sebagai bentuk nyata penghayatan makna Natal.

Jelang Natal 2025, Gereja di Kota Bandung Perkuat Kesiapan dan Pengamanan

Kesiapan serupa juga disampaikan oleh Pendeta Ketua Majelis Jemaat Gereja Bethel Bandung, Pendeta Marthina Nanlohy–Latupeirissa. Ia memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal 2025 telah dipersiapkan dengan baik.“Ibadah malam Natal akan dilaksanakan pada 24 Desember, dilanjutkan ibadah Natal pada 25 Desember, serta Natal kedua pada 26 Desember. Pada perayaan Natal kedua juga akan dilaksanakan baptisan kudus dan perayaan Natal jemaat,” ungkapnya.

Tema Natal yang diusung GPIB Jemaat Bethel Bandung selaras dengan tema nasional yang bersumber dari Injil Matius pasal 1 ayat 21–24. Dari sisi pengamanan, Pendeta Marthina menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak yang selama ini menjaga kelancaran ibadah Natal.“Pengamanan dilaksanakan secara kolaboratif antara pihak gereja dan instansi terkait. Puji Tuhan, pelaksanaan ibadah Natal selama ini selalu berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Perayaan Natal di Kota Bandung juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama. Amanda menegaskan bahwa Gereja Katedral Bandung terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.“Gereja ini terbuka untuk siapa saja. Tidak hanya umat Katolik, masyarakat umum pun dipersilakan datang, termasuk untuk sekadar menikmati suasana Natal,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Pendeta Marthina. Ia menjelaskan bahwa jemaat GPIB Bethel Bandung secara aktif melibatkan warga sekitar, termasuk unsur RT, RW, dan kelompok PKK, dalam berbagai kegiatan gereja.“Keterlibatan warga sekitar menjadi ruang kebersamaan yang positif dan mempererat hubungan sosial. Kami merasakan bahwa semangat toleransi di Bandung terjaga dengan baik,” katanya.

Baca juga: Viral Pungli Parkir Braga, Gubernur Jabar Dorong Efek Jera dan Penataan Parkir

Menutup pernyataannya, Pendeta Marthina berharap perayaan Natal 2025 dapat menjadi momen sukacita bersama, tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Bandung.“Kasih yang dirayakan dalam Natal adalah kasih bagi semua. Karena itu, Natal semestinya menghadirkan kedamaian, kebersamaan, dan kepedulian bagi sesama,” ujarnya.

Dengan persiapan yang hampir rampung, sistem pengamanan yang terencana, serta semangat toleransi yang terus dipelihara, perayaan Natal 2025 di Kota Bandung diharapkan dapat berlangsung aman, damai, dan bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU