Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 15:05 WIB

Masjid Raya Bandung Diproyeksikan Jadi Pusat Nilai Kebaikan Kota

Author

Masjid Raya Bandung Diproyeksikan Jadi Pusat Nilai Kebaikan Kota

JAWA BARAT - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penguatan aktivitas dan konten keagamaan di  RMasjidaya Bandung menjadi fokus utama sebelum membahas pengembangan fisik bangunan

Menurutnya, ruh sebuah masjid terletak pada kegiatan dan nilai yang dihadirkan bagi jamaah. Dengan kapasitas yang mampu menampung sekitar 12.000 orang, Farhan berharap energi besar tersebut dapat memberikan dampak yang jauh lebih luas bagi masyarakat.

“Yang utama adalah bagaimana kita mengisi masjid ini terlebih dahulu. Kapasitas fisiknya sudah besar, namun bagaimana caranya agar energi 12.000 jamaah ini bisa dirasakan hingga 120.000 orang? Kita perlu memperbanyak kegiatan budaya yang berlandaskan nilai-nilai religius,” ujar Farhan usai menghadiri acara Karsa Asih Hari Lahir R.A.A.H.M. Wiranatakusumah V di Masjid Raya Bandung, Minggu (23/11/2025).

Farhan menjelaskan bahwa Masjid Raya Bandung akan diarahkan menjadi pusat penyemaian nilai kebaikan bagi warga Kota Bandung. Ia menyinggung makna filosofis dua menara masjid yang selama ini menjadi simbol penyiaran pesan moral dan spiritual.

Baca juga: Unpas Targetkan Lulusan Siap Kerja, 40 Perusahaan Meriahkan Career Expo 2025

“Melalui ragam kegiatan dan simbol dua menara ini, kita ingin menjadikan Masjid Raya sebagai corong nilai kebaikan di Kota Bandung,” ungkapnya.

Salah satu agenda yang akan kembali dihidupkan adalah festival bedug. Farhan menyebut kegiatan tersebut kini jarang dilaksanakan di Bandung. Untuk memperkaya konsepnya, ia juga berencana menjalin komunikasi dengan Gubernur Banten.

Masjid Raya Bandung Diproyeksikan Jadi Pusat Nilai Kebaikan Kota

“Festival bedug ini sudah mulai jarang terlihat di Bandung. Nanti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelarnya kembali. Kami juga berdiskusi dengan Gubernur Banten karena salah satu bedug terbaik di Indonesia ada di sana,” jelas Farhan.

Ia menilai pendekatan kebudayaan menjadi unsur penting yang akan membentuk karakter dan suasana khas Masjid Raya Bandung ke depan.

“Tidak ada artinya kita berbicara soal fisik jika jiwanya belum terbangun. Kita isi dulu jiwanya,” tuturnya.

Sambil menyiapkan sejumlah program tersebut, Pemkot Bandung tetap mengoptimalkan konsep yang sudah berjalan, termasuk menjaga kebersihan serta ketertiban di area masjid dan sekitarnya.

“Kita maksimalkan dulu konsep yang sudah ada, terutama terkait kebersihan dan ketertiban kawasan,” imbuhnya.

Baca juga: Pengamat: Rp3,9 Miliar untuk Gerbang Gedung Sate Bukan Jawaban atas Masalah Ekonomi Warga

Terkait penataan Alun-Alun Bandung yang terintegrasi dengan area masjid, Farhan berharap proses pengerjaan dapat selesai tepat waktu.

“Mudah-mudahan selesai sesuai target, sehingga kita bisa merayakan tahun baru di sana,” harapnya.

Sebagai informasi, kegiatan Karsa Asih Hari Lahir R.A.A.H.M. Wiranatakusumah V turut dihadiri keluarga besar almarhum serta Gubernur Banten, Andra Soni.

Dengan penguatan fungsi religius dan budaya, Pemkot Bandung berharap Masjid Raya Bandung tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang yang memberi inspirasi, membangun karakter, dan menghadirkan energi positif bagi masyarakat. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU