JAWA BARAT - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Kamis siang memicu luapan sungai yang menyebabkan banjir bandang di Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi. Akibat peristiwa tersebut, ratusan rumah warga dilaporkan terendam air setinggi sekitar satu meter.
Kepala Desa Sukalaksana, Cepi Munawar, membenarkan bahwa curah hujan tinggi sejak siang hari membuat aliran sungai dari kawasan perbukitan meluap hingga masuk ke permukiman warga.
“Sedikitnya tiga RW terdampak, dengan lebih dari seratus rumah terendam banjir. Ketinggian air mencapai satu meter,” ujar Cepi saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Baca juga: Bupati Garut Tekankan Optimalisasi Aplikasi Srikandi untuk Tingkatkan Efektivitas Birokrasi
Ia menambahkan, banjir kali ini terbilang cukup besar dan memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Petugas gabungan bersama warga berupaya melakukan evakuasi dan menyelamatkan barang-barang berharga milik penduduk. Namun, sebagian besar barang tidak dapat diselamatkan karena air datang dengan cepat.
“Banyak warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Air datang tiba-tiba, jadi prioritas kami hanya menyelamatkan nyawa,” jelasnya.
Menurut Cepi, aliran air deras tersebut berasal dari daerah pegunungan Cibuyutan Kaler atau Polres Garut Gunung Gede. Ia menuturkan, banjir semakin parah karena adanya pembangunan jembatan yang tidak berizin dan diduga menghambat aliran sungai.
“Jembatan itu dibangun tanpa izin dan sering menyebabkan air meluap. Kami sudah meminta pihak PUPR untuk segera membongkar jembatan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, petugas dari BPBD Garut, Tagana, TNI, Polri, dan relawan sudah berada di lokasi untuk membantu proses penanganan banjir dan evakuasi warga terdampak. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Baca juga: Pemkab Garut Genjot PAD Lewat Optimalisasi PBB-P2, Gandeng Bappenas dan Bank Dunia
“Pendataan masih dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti rumah dan fasilitas umum yang terkena dampak,” kata Cepi menambahkan.
Kepala Polsek Banyuresmi, AKP Usep Heryaman, menyampaikan bahwa personel kepolisian bersama TNI dan masyarakat turut melakukan kerja bakti membersihkan tumpukan sampah di aliran Sungai Cibuyutan guna mencegah banjir susulan.
“Kami bersama warga membersihkan sungai agar aliran air kembali lancar dan tidak terjadi luapan lagi,” ujar AKP Usep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara