Selasa, 15 JULI 2025 • 20:56 WIB

MPLS Dimulai, Ribuan Siswa Sekolah Rakyat Jalani Cek Kesehatan Gratis Sebelum Masuk Asrama

Author

MPLS Dimulai, Ribuan Siswa Sekolah Rakyat Jalani Cek Kesehatan Gratis Sebelum Masuk Asrama (kemensos)

JAWA BARAT - Sebanyak 6.180 siswa dari 63 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia memulai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 dengan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Senin, 14 Juli 2025. Salah satu lokasi yang menggelar kegiatan ini adalah Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor, yang berada di kawasan Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan MPLS yang terintegrasi dengan program prioritas nasional CKG, yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa sebanyak 256 rombongan belajar telah mulai menjalani MPLS dan CKG secara serentak. "Hari ini 63 titik sudah mulai. Menyusul 37 titik lainnya pada akhir Juli setelah renovasi gedung selesai, sehingga total ada 100 titik operasional," ujar Gus Ipul dalam sambutannya di Cibinong.

Baca juga: Program Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Upaya Nyata Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Turut hadir Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar yang ikut meninjau pelaksanaan CKG dan berdialog langsung dengan siswa. Dalam suasana santai, ia sempat bercanda dengan seorang siswa yang sedang menjalani tes gula darah. “Takut jarum, tapi baca salawat aja,” jawab sang siswa, disambut tawa hadirin.

Pemeriksaan tahap pertama mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Pemeriksaan lanjutan meliputi tes hemoglobin (Hb), kadar gula darah, kondisi gigi, kulit, dan penglihatan. Para menteri juga meninjau langsung proses pemeriksaan, termasuk fasilitas optik bagi siswa yang memerlukan kacamata.

Gus Ipul menjelaskan bahwa pemeriksaan ini penting mengingat para siswa akan tinggal di asrama, yang berisiko menjadi media penyebaran penyakit jika tidak dipantau secara dini. "Bagi siswa dengan hasil kesehatan kurang baik akan ditangani terlebih dulu. Presiden mengarahkan, tidak boleh ada satu pun anak yang ditolak, termasuk yang sedang sakit," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program ini bukanlah proses seleksi, melainkan pembinaan. “Jika ditemukan ada yang sakit, langsung diobati. Bila perlu dikarantina sebentar di ruang terpisah, tapi tetap harus ikut sekolah,” jelasnya.

Program CKG ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pemeriksaan kesehatan menyentuh 280 juta jiwa sejak peluncurannya pada 10 Februari 2025 lalu. Untuk tahun ini, Kementerian Kesehatan menargetkan 52 juta orang mendapatkan layanan CKG, termasuk para siswa dari sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Sosial, Kemendikdasmen, dan Kemenag.

Dengan pendekatan holistik antara pendidikan dan kesehatan, pemerintah berharap proses belajar di asrama dapat berlangsung aman, sehat, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemensos RI

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU