Kopi Arabika Kuningan Tampil di World of Coffee Bangkok 2026 (Antara Foto)
JAWA BARAT - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon menyatakan kopi arabika asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, semakin mendapat perhatian di pasar internasional setelah tampil dalam ajang World of Coffee yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 7–9 Mei 2026.
Kepala KPw BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan keikutsertaan kopi dari Desa Karangsari, Kecamatan Darma, tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar global bagi produk kopi lokal.
Menurutnya, pengembangan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga membangun ekosistem UMKM yang memiliki daya saing dan siap memasuki pasar ekspor.
Wihujeng menjelaskan, pembinaan terhadap kelompok petani kopi di Desa Karangsari telah dilakukan sejak 2020 melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Program pendampingan mencakup penguatan kelembagaan koperasi, teknik budidaya, peningkatan kualitas pascapanen, hingga pelatihan roasting dan cupping specialty coffee.
Selain itu, para petani juga mendapatkan pelatihan terkait pengembangan merek dan kemasan, digitalisasi pemasaran, business matching, serta fasilitasi promosi di berbagai ajang nasional dan internasional.
Baca juga: Kirab Budaya ke-6 di Bogor Hadirkan Mahkota Bersejarah Kerajaan Pajajaran
Ia menuturkan, kopi arabika asal Karangsari memiliki karakter rasa khas berupa aroma floral dan fruity, tingkat acidity yang bersih, serta after-taste manis yang diminati pasar specialty coffee dunia.
Kualitas tersebut didukung oleh kondisi geografis kawasan perkebunan yang berada di ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dengan karakter tanah vulkanik yang subur.
“Merta Coffee yang tergabung dalam Koperasi Destana Mandiri Karangsari terus menjaga konsistensi kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional,” ujar Wihujeng.
Saat ini, luas lahan kopi arabika di Desa Karangsari mencapai sekitar 15 hektare dengan potensi produksi hingga 30 ton per tahun. Dalam pengembangannya, kopi tersebut juga tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Buana Ciremai guna menjaga identitas dan mutu produk.
Sebelum tampil di World of Coffee Bangkok 2026, kopi asal Kuningan itu juga telah diperkenalkan kepada pembeli dan pelaku industri kopi internasional pada ajang serupa di Jakarta tahun 2025 melalui booth “Flavors of West Java”.
Baca juga: Promo Unik Idul Adha, Toko Mas Panghegar Tawarkan Undian Kambing Qurban
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Kuningan, Dadan M. Ramdani, mengatakan produk kopi tersebut memperoleh respons positif dari pengunjung pameran dan semakin diminati pasar karena cita rasanya yang khas. Ia menambahkan, peningkatan nilai cupping score dibanding tahun sebelumnya menempatkan Merta Coffee dalam kategori specialty coffee.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara