Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 23 JANUARI 2026 • 14:27 WIB

Rapier Era 1950-an Jadi Elemen Historis Penataan Kota Cimahi

Rapier Era 1950-an Jadi Elemen Historis Penataan Kota CimahiRapier Era 1950-an Jadi Elemen Historis Penataan Kota Cimahi

JAWA BARAT - Ruang terbuka publik di Kota Cimahi kini menghadirkan elemen baru yang merepresentasikan jejak sejarah daerah. Pemerintah Kota Cimahi bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat menempatkan monumen sistem pertahanan udara Rapier yang sudah tidak beroperasi di Bundaran Jati, Jalan Daeng Moh. Ardiwinata, Cimahi Utara, Rabu (21/1/2026).

Penempatan alutsista produksi Inggris dari era 1950-an tersebut menjadi bagian dari upaya penataan kawasan perkotaan yang mengedepankan nilai historis. Kehadiran Rapier tidak hanya dimaksudkan sebagai penunjang estetika ruang kota, tetapi juga sebagai pengingat perjalanan Cimahi yang sejak masa lalu berkembang seiring aktivitas pendidikan dan pertahanan militer.

Rapier yang dipajang di Bundaran Jati merupakan aset negara milik TNI Angkatan Darat. Pemanfaatannya dilakukan melalui mekanisme pinjam pakai dari Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) kepada Pemerintah Kota Cimahi, dengan status kepemilikan yang tetap berada di bawah institusi militer.

Baca juga: Pemkot Cimahi Sisir Lahan untuk Pembangunan Gerai, Dukung Koperasi Merah Putih

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memastikan seluruh proses peminjaman aset telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa komunikasi dengan TNI Angkatan Darat telah berjalan baik hingga akhirnya disepakati Rapier dapat dimanfaatkan sebagai monumen sejarah di ruang publik. “Kami berkoordinasi dengan TNI Angkatan Darat dan Alhamdulillah disetujui bahwa Rapier dapat menghiasi kawasan ini sebagai monumen sejarah,” ujarnya.

Ngatiyana menegaskan, penempatan alutsista tersebut tidak dimaksudkan sebagai simbol kekuatan militer. Menurutnya, langkah ini lebih diarahkan untuk memperkuat narasi sejarah lokal. “Tujuannya agar ada nilai sejarah dan masyarakat mengetahui bahwa Cimahi memiliki latar belakang sebagai kota militer,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Rapier yang digunakan merupakan alutsista yang sudah lama dinonaktifkan dan tidak memiliki fungsi tempur. Dengan demikian, keberadaannya difokuskan untuk kepentingan edukasi publik dan penataan estetika kota. Terkait perawatan, Pemerintah Kota Cimahi bertanggung jawab menjaga kondisi serta keamanan monumen, dengan tetap menjalin koordinasi bersama Pussenarhanud dan satuan Arhanud.

Baca juga: Zero to TPA Jadi Fokus Cimahi Hadapi Keterbatasan Kapasitas Sarimukti

Keberadaan monumen Rapier di Bundaran Jati diharapkan dapat menjadi penanda visual yang memperkuat identitas Kota Cimahi sebagai wilayah dengan sejarah pertahanan yang panjang. “Alutsista yang sudah tidak beroperasi dimanfaatkan sebagai elemen penghias kota,” pungkas Ngatiyana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Cimahi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rapier Era 1950-an Jadi Elemen Historis Penataan Kota Cimahi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!