Zero to TPA Jadi Fokus Cimahi Hadapi Keterbatasan Kapasitas Sarimukti
JAWA BARAT - Keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti menjadi pendorong bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk mempercepat penguatan sistem pengolahan sampah di tingkat kota. Komitmen tersebut tercermin melalui kunjungan Tim Bank Dunia ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan Lebaksaat, Rabu (21/1/2026), dalam Pengelolaan Sampah
rangka Implementation Support Mission (ISM) Program ISWMP.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program Peningkatan Pengelolaan Sampah Padat untuk Mendukung Proyek Regional dan Kota Metropolitan (ISWMP). Program pengelolaan sampah berskala nasional ini didukung pendanaan Bank Dunia dan berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui misi tersebut, Bank Dunia bersama Central Project Management Unit (CPMU) dan Central Project Implementation Unit (CPIU) menilai kesiapan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa keterbatasan kapasitas TPA Sarimukti berdampak langsung pada kuota pengiriman sampah wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi. Kondisi ini menjadi tantangan serius yang menuntut daerah untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA regional.
Baca juga: DLH Kota Cimahi: Pembakaran Sampah Berisiko Timbulkan Furan dan Dioksin
“Situasi tersebut mendorong kami untuk mempercepat penguatan pengolahan sampah di tingkat kota melalui kebijakan Zero to TPA,” ujar Adhitia.
Kebijakan Zero to TPA diarahkan untuk menekan volume residu sampah yang dibuang ke TPA dengan memperkuat pemilahan, pengolahan, serta pemanfaatan sampah sejak dari sumber. Pemerintah Kota Cimahi telah menerapkan kebijakan Hari Organik dan Hari Anorganik, mengoperasikan TPST Sentiong dan sejumlah TPS 3R, serta membagi kewenangan pengelolaan sampah secara kewilayahan, dengan porsi 60 persen ditangani di tingkat kelurahan dan 40 persen oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Adhitia menegaskan optimismenya bahwa Kota Cimahi mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan berbasis ekonomi sirkular. Menurutnya, sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai beban, melainkan memiliki nilai ekonomis apabila dikelola dengan baik sejak dari sumbernya.
“Sampah akan menjadi berkah bila dipilah dan diolah secara tepat,” tegasnya.
Baca juga: Prasasti Tarumanegara di Bogor Direlokasi
Melalui dukungan Program ISWMP, Kota Cimahi juga mendapatkan fasilitasi pembangunan dua TPST tambahan guna meningkatkan kapasitas pengolahan sampah. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kapasitas hingga 85 ton per hari melalui penempatan dan peningkatan peralatan, agar seluruh fasilitas TPST dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Kunjungan Tim Bank Dunia dimanfaatkan Pemerintah Kota Cimahi sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan mitra internasional, sekaligus memastikan transformasi pengelolaan sampah berjalan efektif, mengurangi ketergantungan terhadap TPA, serta memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan perkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Cimahi