Senin, 27 JULI 2026 • 15:04 WIB

DPMPTSP Kota Cirebon Petakan Potensi Investasi Lokal di Kasepuhan dan Argasunya

Author

DPMPTSP Kota Cirebon Petakan Potensi Investasi Lokal di Kasepuhan dan Argasunya (Antara Foto)

JAWA BARAT - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon mulai memetakan potensi investasi berbasis ekonomi lokal di Kelurahan Kasepuhan dan Argasunya, Jawa Barat. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Kota Cirebon, Uni Wahyuni, mengatakan pemetaan dilakukan melalui peninjauan lapangan yang disertai koordinasi dengan pemerintah setempat. Kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi usaha yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi investasi.

Menurutnya, proses tersebut penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai potensi, kebutuhan, serta peluang pengembangan usaha di masing-masing wilayah. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengembangan investasi daerah.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Kasepuhan. Kawasan ini dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup kuat, khususnya pada sektor batik dan kerajinan yang berakar pada kearifan lokal.

Dalam kegiatan tersebut, tim DPMPTSP mengunjungi pelaku usaha Batik Tulis Wijaya Kusuma serta Paguyuban Batik dan Kerajinan Godong Djati. Dari hasil peninjauan, potensi batik dan kerajinan di wilayah tersebut dinilai tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai budaya yang layak dikembangkan melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, penguatan kemitraan, hingga kemudahan akses investasi.

Selain Kasepuhan, DPMPTSP juga melakukan kunjungan ke Kelurahan Argasunya untuk mengidentifikasi potensi sumber daya, aktivitas ekonomi masyarakat, serta peluang usaha yang berpotensi ditawarkan kepada investor.

Baca juga: Pemkab Cirebon Optimistis Pembangunan 41.819 Sambungan Jargas Rampung Desember 2026

Dalam kunjungan tersebut, DPMPTSP berdiskusi dengan pemerintah Kelurahan Argasunya guna memetakan sektor-sektor yang memiliki prospek untuk dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan.

Uni menilai pengembangan investasi yang bertumpu pada potensi lokal membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kewilayahan, pelaku usaha, komunitas, hingga calon investor. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia menegaskan DPMPTSP akan terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang menjadi peluang investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengungkapkan bahwa berdasarkan data sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA), selama periode Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 14.892 investor mengajukan rencana investasi di Kota Cirebon dengan total nilai mencapai sekitar Rp3,23 triliun.

Menurut Iing, capaian tersebut menunjukkan Kota Cirebon tetap memiliki daya tarik bagi para investor meskipun memiliki keterbatasan dari sisi luas wilayah maupun jumlah penduduk. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki sekaligus membuka peluang investasi baru untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU