JAWA BARAT - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan penyisiran di kawasan PHE ONWJ, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyusul munculnya dugaan kebocoran pipa gas bawah laut yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Manager Communication Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan perusahaan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem produksi setelah menerima informasi mengenai kemunculan gelembung gas di sekitar lima mil dari Muara Ciparage.
Menurut Pinto, hingga Sabtu siang, seluruh aktivitas operasional PHE ONWJ yang berada di wilayah perairan Karawang masih berjalan normal.
Sebelumnya, beredar sebuah video yang direkam nelayan setempat memperlihatkan gelembung udara muncul di permukaan laut. Fenomena tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya kebocoran pada pipa gas bawah laut.
Menindaklanjuti informasi tersebut, PHE ONWJ langsung melakukan inspeksi terhadap seluruh sistem produksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh parameter operasional di fasilitas perusahaan, termasuk tekanan pada Stasiun Uniform dan KLA, berada dalam kondisi normal.
Selain itu, perusahaan tidak menemukan adanya anomali maupun indikasi penurunan tekanan yang mengarah pada dugaan kebocoran.
Dalam upaya memastikan kondisi di lapangan, PHE ONWJ mengerahkan tiga armada kapal beserta satu kapal pengamanan untuk melakukan penyisiran di area yang diduga menjadi lokasi munculnya gelembung di permukaan laut.
Baca juga: Pemkab Cirebon Optimistis Pembangunan 41.819 Sambungan Jargas Rampung Desember 2026
Pemeriksaan dilakukan di sepanjang jalur pipa yang membentang dari sisi timur, meliputi KLA, KKNA, dan KKNB, hingga kawasan barat KLXB serta area X-Ray. Berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan sejak Jumat (24/7) hingga Sabtu, seluruh area tersebut dinyatakan aman tanpa ditemukan tanda-tanda kebocoran.
Sebagai langkah antisipatif, perusahaan juga melakukan pemantauan udara (flyover) yang mencakup lokasi dugaan kejadian, kawasan pesisir utara Karawang, hingga Stasiun Uniform dan KLA. Dari hasil pengamatan tersebut, tidak ditemukan indikasi kebocoran di wilayah yang dipantau.
PHE ONWJ menyatakan terus menjalin koordinasi dengan instansi berwenang, dinas terkait, serta perwakilan masyarakat, termasuk para nelayan di sekitar lokasi.
Perusahaan juga memastikan akan terus menyampaikan perkembangan informasi kepada publik sesuai hasil observasi lanjutan yang dilakukan di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara