Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 JULI 2026 • 16:52 WIB

Karawang Jadi Tujuan Pendatang Berstatus Gelandangan hingga Pengamen, Dinsos Ungkap Alasannya

Karawang Jadi Tujuan Pendatang Berstatus Gelandangan hingga Pengamen, Dinsos Ungkap AlasannyaKarawang Jadi Tujuan Pendatang Berstatus Gelandangan hingga Pengamen, Dinsos Ungkap Alasannya (Antara Foto)

JAWA BARAT - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang menyatakan wilayah Karawang kini menjadi salah satu daerah tujuan bagi gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen (gepeng) yang berasal dari luar daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh peluang memperoleh penghasilan yang dinilai lebih baik dibandingkan wilayah asal mereka.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Marwati, menjelaskan bahwa selain dikenal sebagai kawasan industri, Karawang juga merupakan daerah yang dilintasi banyak orang. Situasi itu membuat wilayah tersebut menjadi lokasi yang dipilih sejumlah gepeng untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang melaksanakan operasi penertiban terhadap keberadaan gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen. Dari kegiatan tersebut, petugas menjaring sebanyak 52 orang.

Berdasarkan hasil pendataan, tidak seluruh individu yang terjaring merupakan warga Karawang. Dari total tersebut, 34 orang tercatat sebagai penduduk Karawang, sedangkan 18 lainnya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat, serta dari Provinsi Lampung dan Jawa Timur.

Marwati menyebutkan, para pendatang tersebut umumnya merupakan kelompok yang berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Mereka mengaku memilih Karawang karena memiliki peluang memperoleh pendapatan yang lebih besar.

Menurut hasil pendataan, gelandangan, pengemis, dan pengamen dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp70.000 hingga Rp150.000 per hari saat beraktivitas di Karawang. Nilai tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang mereka peroleh di daerah lain.

Sementara itu, pemulung asal luar daerah juga mengaku harga jual barang rongsokan di Karawang berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan harga jual di wilayah asal mereka.

Baca juga: Video Gelembung Gas Viral, PHE ONWJ Pastikan Jalur Pipa di Perairan Karawang Aman

"Karawang dinilai memberikan peluang penghasilan yang lebih baik sehingga mereka memilih datang dan beraktivitas di wilayah ini," ujar Marwati.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Agus Kurnia menegaskan bahwa penanganan terhadap gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen tidak cukup hanya melalui penertiban.

Ia menekankan pentingnya pendekatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan, serta pemulihan fungsi sosial agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Agus juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan gelandangan, pengemis, pemulung, maupun pengamen yang memerlukan penanganan dari pemerintah sehingga dapat segera diberikan pendampingan sesuai kebutuhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Karawang Jadi Tujuan Pendatang Berstatus Gelandangan hingga Pengamen, Dinsos Ungkap Alasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!