Rabu, 06 MEI 2026 • 15:27 WIB

Wali Kota Bekasi Hadiri Doa Bersama Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Author

Wali Kota Bekasi Hadiri Doa Bersama Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

JAWA BARAT - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri kegiatan doa bersama bagi para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan duka atas insiden yang menyebabkan korban meninggal dunia maupun luka-luka.

Dalam kesempatan itu, Tri Adhianto menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan pemerintah akan memastikan seluruh korban memperoleh haknya, termasuk santunan bagi ahli waris serta jaminan penanganan medis bagi korban yang masih menjalani perawatan.

“Sebagai kepala daerah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya, baik santunan bagi ahli waris maupun penanganan maksimal bagi korban yang sedang dirawat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian dari pemerintah pusat, mulai dari Presiden RI, kementerian terkait, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang turut memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga terdampak.

Wali Kota Bekasi Hadiri Doa Bersama Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Pemerintah Kota Bekasi memperketat pengawasan di sejumlah perlintasan sebidang, terutama di kawasan Bulak Kapal dan Ampera. Pengamanan dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Perhubungan bersama Satpol PP guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

Tri menilai sistem pengamanan perlintasan kereta perlu ditingkatkan dengan penerapan sistem elektrikal, mengingat sebagian besar penjagaan saat ini masih dilakukan secara manual. Selain itu, peningkatan kompetensi petugas penjaga perlintasan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca juga: USG Payudara hingga HPV DNA Gratis, Pemkot Bekasi Sasar 2.500 Perempuan

Ia menyebutkan, Pemkot Bekasi berencana mengusulkan 22 petugas untuk mengikuti pelatihan, dengan tahap awal kuota sebanyak 16 orang agar pengamanan perlintasan dapat berjalan lebih profesional sesuai standar keselamatan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan menutup sejumlah perlintasan kereta ilegal yang masih beroperasi, termasuk di wilayah Kranji. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya meminimalkan risiko kecelakaan.

“Lebih baik masyarakat memutar sedikit daripada harus menghadapi risiko kecelakaan yang bisa merenggut nyawa,” kata Tri.

Baca juga: KAI Fokus Evakuasi Penumpang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Untuk solusi jangka panjang, pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Rencana tersebut saat ini tengah dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, termasuk proses pembebasan lahan yang nilainya diperkirakan mencapai Rp116 miliar dan ditargetkan selesai pada akhir Mei.

Tri berharap berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta PT KAI dapat berjalan lancar demi meningkatkan keselamatan transportasi di Kota Bekasi dan mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMKOT BEKASI

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU