JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melaporkan seorang anak laki-laki berinisial MRP (11), warga Kampung Cipicung, Desa Girimukti, Kecamatan Pasirkuda, meninggal dunia setelah tertimpa tower telekomunikasi yang roboh akibat angin kencang, Sabtu.
Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, menjelaskan bahwa tower milik salah satu operator seluler tersebut ambruk saat cuaca ekstrem melanda wilayah selatan Cianjur sejak pagi hingga sore hari. Selain menewaskan korban yang saat itu sedang bermain di sekitar lokasi, robohnya tower juga merusak dua rumah warga pada bagian atap, sehingga pemilik rumah terpaksa mengungsi.
“Angin kencang yang terjadi sepanjang hari menyebabkan tower roboh dan menimpa seorang anak hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua rumah di sekitarnya turut mengalami kerusakan sedang,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, jenazah korban sempat dibawa ke puskesmas untuk keperluan visum sebelum dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah orang tuanya. Sementara itu, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan faktor penyebab robohnya tower tersebut.
Baca juga: Longsor Disertai Banjir Bandang Terjang Cisarua, 114 Orang Hilang, 7 Meninggal Dunia
Cuaca buruk yang disertai hujan lebat dan angin kencang juga memicu tumbangnya sejumlah pohon serta tiang listrik di jalur selatan Cianjur. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas dari dan menuju wilayah selatan.
“Pohon tumbang dan tiang listrik yang roboh menutup akses jalan utama di Kecamatan Pagelaran, Tanggeung, dan Sindangbarang. Saat ini proses penanganan masih berlangsung agar jalur kembali dapat dilalui,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan disertai angin kencang diperkirakan masih berlangsung hingga awal Februari.
Sementara itu, Kapolsek Tanggeung AKP Dedi Suryaman menyampaikan bahwa korban mengalami luka berat di bagian kepala, patah pada tangan kiri, serta patah pada kaki kanan. Korban telah dimakamkan pada Sabtu petang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Longsor Terjang Cisarua, SAR Kerahkan K9 Cari Korban
Menurut Dedi, pihak kepolisian telah memeriksa lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti robohnya tower.
“Hasil awal olah TKP menunjukkan tali sling penahan dan penopang tower terputus, sehingga struktur menjadi tidak stabil dan mudah roboh,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara