Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 16:35 WIB

Pemkab Bogor Tutup Tahun 2025 dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Author

Pemkab Bogor Tutup Tahun 2025 dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Bogor menutup tahun 2025 dengan kegiatan yang sarat makna. Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ribuan warga menggelar doa bersama serta memberikan santunan kepada 1.200 anak yatim dan lansia. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Cibinong, Jumat (26/12), dalam rangka Refleksi Akhir Tahun 2025.

Doa bersama dipimpin oleh para kiai dan ulama se-Kabupaten Bogor, dimulai dengan tausiyah oleh Gus Miftah yang mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan, refleksi akhir tahun ini tidak diwarnai euforia atau hiburan, melainkan fokus pada doa dan kebersamaan. “Menutup akhir tahun 2025, kami memilih berkumpul dan berdoa bersama seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ini adalah bentuk ikhtiar batin, memohon rida Allah SWT agar Bogor senantiasa dalam lindungan-Nya,” ujarnya.

Baca juga: Peringatan HUT ke-26 DWP Karawang, Ketua Apresiasi Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan

Pemberian santunan menjadi simbol komitmen Pemkab Bogor untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan, sejalan dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai keagamaan.

Rudy Susmanto juga mengajak masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai momen refleksi bersama. Menurutnya, sepanjang 2025 Pemkab Bogor telah mempercepat pembangunan infrastruktur, menekan angka kemiskinan, serta memperluas akses pendidikan. Namun, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Baca juga: Bupati Bogor Tekankan Kolaborasi Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat dalam Memakmurkan Masjid

“Kami sadar, masih ada kekurangan. Infrastruktur belum sepenuhnya tuntas, kemiskinan baru bisa ditekan, fasilitas pendidikan juga masih dalam proses. Refleksi akhir tahun ini bukan untuk membanggakan capaian, melainkan untuk bermuhasabah,” ungkapnya. Bupati menegaskan, kekuatan terbesar membangun Kabupaten Bogor bukan hanya berasal dari anggaran dan kebijakan, tetapi dari persatuan, doa, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Bogor

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU