JAWA BARAT - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan KUKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program UMKM Naik Kelas.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui rangkaian pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, sehingga UMKM dapat berkembang secara sehat dan berdaya saing.
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir dalam proses pertumbuhan UMKM. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan sepanjang tahun 2025. “Kami fokus mendorong, membina, dan memajukan pelaku UMKM agar mampu tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar. Persoalan tersebut meliputi keterbatasan permodalan, proses produksi, pemasaran, kualitas sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, peran pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan dasar tersebut melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi, serta upaya mempertemukan UMKM dengan mitra-mitra strategis.
Baca juga: Dewan Pengupahan Sepakati Kenaikan UMK Cimahi 2026 menjadi Rp4,09 Juta
Pada tahun 2025, pembinaan UMKM diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan edukasi bisnis yang menekankan peningkatan literasi usaha. Selain itu, pemerintah daerah bersama mitra terkait juga memberikan pendampingan bisnis, termasuk advokasi dan konsultasi usaha, guna memperkuat fondasi pengelolaan UMKM.
“Pemenuhan kebutuhan pengetahuan dan literasi merupakan aspek mendasar yang harus dipenuhi pelaku usaha. Di sisi lain, dukungan para pemangku kepentingan juga sangat penting, terutama dalam memfasilitasi UMKM agar memiliki instrumen pendukung bisnis, mulai dari aspek legalitas, sertifikasi, hingga akses pemasaran,” jelas Hella.
Baca juga: Ambil Rapor Anak, Wali Kota Cimahi Dorong Keterlibatan Ayah di Dunia Pendidikan
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dan kemitraan lintas sektor diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pelaku UMKM binaan, tetapi juga bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, BUMN, serta asosiasi bisnis. Sinergi tersebut diyakini mampu melahirkan pelaku industri baru yang tumbuh dinamis di tengah masyarakat.
“Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci dalam menciptakan pelaku usaha dan produk yang benar-benar berdaya saing. Dengan demikian, tujuan akhir berupa peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat terwujud,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Cimahi