Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 20:41 WIB

Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup di Jalur Selatan Garut Akibat Longsor

Author

Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup di Jalur Selatan Garut Akibat Longsor (Antara Foto)

JAWA BARAT - Sejumlah personel Kepolisian Resor (Polres) Garut dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di jalur selatan Garut–Cisompet, tepatnya di kawasan Gunung Gelap, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang tertutup material longsor pada Jumat (31/10) sore.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, membenarkan bahwa pihaknya segera turun ke lokasi begitu menerima laporan adanya longsor yang menutup sebagian badan jalan. Polisi langsung menerapkan sistem buka tutup untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur tersebut.

“Di wilayah Cihurip terjadi longsor yang menutupi sebagian badan jalan. Kami terapkan sistem buka tutup agar arus kendaraan tetap bisa melintas,” ujar Aang.

Ia menjelaskan, hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut menjadi penyebab terjadinya longsor di Jalan Raya Garut - Cisompet, tepatnya di Kampung Gunung Gelap, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip.

Material longsor yang menutup jalan sempat menghambat lalu lintas kendaraan dari arah Pameungpeuk menuju Garut dan sebaliknya. Namun, situasi berangsur membaik setelah sistem buka tutup diberlakukan.

Baca juga: Longsor Tutup Jalan Raya Garut–Cisompet, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu

“Arus lalu lintas kini sudah bisa dikendalikan. Satu lajur dapat dilalui kendaraan baik dari arah Garut menuju Pameungpeuk maupun sebaliknya,” jelasnya.

Aang menambahkan, penanganan di lokasi dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk anggota TNI, BPBD Garut, serta warga sekitar yang bergotong royong membersihkan material tanah dan batu yang menutupi jalan.

Meski hujan ringan masih mengguyur kawasan tersebut pada Jumat sore, petugas tetap berupaya menjaga agar jalan tidak kembali tertutup sepenuhnya.

“Cuaca masih gerimis, tetapi kami tetap melakukan pengaturan arus lalu lintas sambil membersihkan material longsoran,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jalur selatan Garut tergolong rawan bencana tanah longsor karena kondisi jalan yang sempit dan berkelok.

“Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama di musim hujan seperti sekarang. Kurangi kecepatan dan tetap waspada terhadap potensi longsor,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU