Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 10:41 WIB

Polda Jabar Pastikan Stok Beras di Bandung Raya Aman dan Harga Sesuai HET

Author

Polda Jabar Pastikan Stok Beras di Bandung Raya Aman dan Harga Sesuai HET (Antara Foto)

JAWA BARAT - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat memastikan ketersediaan beras di wilayah Bandung Raya dalam kondisi terjaga. Harga jual di pasaran pun masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah pasar tradisional dan toko ritel modern, ketersediaan beras di Bandung Raya aman. Tidak ditemukan indikasi kelangkaan, masyarakat dapat membeli beras sesuai kebutuhan,” ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, di Bandung, Selasa (26/8/2025).

Wirdhanto menyampaikan, sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Nomor 299 Tahun 2025, HET untuk beras medium di zona 1, termasuk Bandung Raya, ditetapkan Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.900 per kilogram.

“Dari hasil pengawasan kami di lapangan, baik di pasar tradisional maupun ritel modern, harga tersebut masih dipatuhi pedagang,” katanya.

Ia menjelaskan, pemantauan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri dan Kabareskrim agar jajaran kepolisian terlibat langsung dalam mengawasi distribusi bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Pengawasan serupa, tambah Wirdhanto, tidak hanya dilakukan di Bandung Raya, melainkan juga secara serentak di seluruh Polres jajaran Polda Jawa Barat.

Baca juga: Pemkot Bandung Dorong UMKM dan Stabilitas Pangan Lewat Bazar Murah 2025

“Langkah ini penting untuk mencegah adanya praktik penimbunan maupun permainan harga. Dengan pengawasan ketat, masyarakat tetap dapat memperoleh beras sesuai HET,” ujarnya.

Polda Jabar juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Badan Pangan Nasional dalam menjaga kelancaran pasokan. Wirdhanto menegaskan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang berusaha mengganggu stabilitas pangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap tenang, tidak ada kekhawatiran terhadap ketersediaan beras. Pengawasan akan terus ditingkatkan, dan jika ditemukan adanya upaya penimbunan atau manipulasi harga, akan langsung kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU