Program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Garut Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini (Antara Foto)
JAWA BARAT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut terus mendorong peningkatan kesadaran hukum di kalangan pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Program tersebut menjadi sarana edukasi untuk membekali siswa dengan pemahaman mengenai hukum, termasuk konsekuensi yang dapat timbul akibat pelanggaran hukum.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Garut, Frans Mona, di Garut, Kamis, mengatakan bahwa pelaksanaan Jaksa Masuk Sekolah merupakan bagian dari upaya pencegahan sejak dini yang menyasar peserta didik di berbagai satuan pendidikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang sebagai langkah preventif dan humanis dengan melibatkan pelajar serta tenaga pendidik agar tercipta lingkungan sekolah yang lebih sadar hukum.
Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 tingkat Kabupaten Garut, Kejari Garut telah menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di SMA Negeri 3 Garut, Kecamatan Cibatu. Program serupa kemudian dilaksanakan di SMA Negeri 5 Pameungpeuk, SMP Negeri Pameungpeuk, dan SMP Negeri 1 Sukawening.
Ke depan, kegiatan tersebut juga akan diperluas ke sejumlah sekolah lainnya dengan jumlah peserta rata-rata sekitar 100 siswa pada setiap pelaksanaannya.
Baca juga: Polres Garut Bongkar 13 Kasus Narkoba, Transaksi Didominasi Melalui Media Sosial
Frans menjelaskan, materi yang diberikan mencakup pengenalan tugas pokok dan fungsi Kejaksaan Republik Indonesia, disertai penyuluhan mengenai pencegahan kenakalan remaja sebagai bagian dari upaya menanamkan kesadaran hukum sejak usia sekolah.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas dalam bentuk dialog interaktif antara jaksa dan para siswa. Melalui sesi tersebut, peserta dapat berdiskusi secara langsung sehingga terbangun komunikasi yang lebih terbuka sekaligus menghadirkan citra kejaksaan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Ia menambahkan, peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kehadiran institusi kejaksaan di tengah masyarakat melalui pendekatan yang edukatif, preventif, dan humanis.
"Kejaksaan Negeri Garut akan terus berkomitmen menjadi mitra masyarakat, pemerintah desa, dan lingkungan pendidikan dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, tertib hukum, serta lingkungan yang aman bagi generasi muda," ujar Frans.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara