Status Tanggap Darurat Berlaku, Pembersihan Pascabanjir di Garut Terus Berlanjut
JAWA BARAT - Kepolisian Resor Garut mengerahkan personel untuk membantu penanganan pascabanjir bandang di Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan difokuskan pada pembersihan material lumpur dan sampah yang masih tersisa di lingkungan warga.
Kepala Satuan Samapta Polres Garut, AKP Ardiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya turun bersama tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, instansi terkait, serta relawan. Upaya tersebut dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan setelah bencana.
“Personel kami diterjunkan untuk membantu evakuasi, membersihkan material sisa banjir, sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Baca juga: Kakek di Garut Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak 11 Tahun
Ia menjelaskan, sejumlah titik di wilayah terdampak masih terdapat genangan air serta endapan lumpur yang menghambat aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, personel gabungan disebar ke berbagai lokasi untuk membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak banjir yang terjadi pada Jumat (17/4) dini hari.
Menurutnya, kegiatan pembersihan terus dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Material lumpur dan puing-puing yang menutupi akses warga menjadi prioritas penanganan.
Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut penetapan status tanggap darurat bencana alam oleh Pemerintah Kabupaten Garut yang berlaku mulai 18 April hingga 1 Mei 2026.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, menyebutkan bahwa Desa Suci menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup besar akibat luapan saluran air, dengan total 106 rumah terendam.
Baca juga: Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Menikah Sederhana Tanpa Utang
Selain itu, banjir juga terjadi di Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, akibat meluapnya sungai, yang mengakibatkan 88 rumah warga terdampak.
Ia menambahkan, penanganan oleh tim gabungan telah dilakukan sejak Minggu (19/4), dengan fokus pada pembersihan lingkungan dan pemulihan kondisi permukiman warga. Saat ini, kondisi di sejumlah lokasi mulai berangsur normal meski upaya pembersihan masih terus dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara