PMI Cianjur Tingkatkan Kegiatan Donor Darah di Tengah Menipisnya Persediaan Stok (Antara Foto)
JAWA BARAT - Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pelaksanaan kegiatan donor darah, baik di dalam gedung maupun melalui donor darah massal, untuk mengatasi keterbatasan stok darah yang terjadi dalam dua bulan terakhir.
Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur, Susilawati, mengatakan kondisi ketersediaan darah terus menurun sejak dua bulan terakhir. Bahkan dalam sepekan terakhir, stok darah berada pada titik yang semakin mengkhawatirkan karena kebutuhan harian belum dapat terpenuhi dan sebagian besar hanya mengandalkan donor pengganti dari keluarga pasien.
Menurut dia, sejumlah rumah sakit di Kabupaten Cianjur setiap bulannya membutuhkan sekitar 2.000 hingga 3.000 kantong darah dari berbagai golongan. Sementara itu, kebutuhan harian mencapai sekitar 100 kantong. Namun saat ini, jumlah darah yang tersedia rata-rata hanya sekitar 20 kantong per hari.
"Untuk golongan darah A, B, AB, dan O, stok yang tersedia saat ini masing-masing kurang dari 10 kantong. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan darah bagi pasien, terutama penderita thalasemia, belum dapat dipenuhi secara optimal," ujarnya di Cianjur, Rabu.
Ia menjelaskan, sedikitnya 600 kantong darah harus tersedia setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien thalasemia yang secara rutin menjalani transfusi darah. Di tengah keterbatasan stok yang ada, PMI terus berupaya menambah pasokan, termasuk dengan menggelar kegiatan donor darah massal hingga ke luar daerah.
Baca juga: SPMB 2026 Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Aktif Melapor Jika Ada Pelanggaran
Susilawati menuturkan, menurunnya jumlah pendonor menjadi salah satu penyebab utama krisis stok darah. Selain itu, kegiatan donor darah massal juga tidak sebanyak sebelumnya karena pelaksanaannya bergantung pada pengajuan dari berbagai kelompok atau komunitas pendonor. Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin juga dinilai masih perlu ditingkatkan.
Untuk memenuhi kebutuhan darah pasien di berbagai rumah sakit, PMI saat ini masih mengandalkan donor pengganti dari pihak keluarga. Sementara pelaksanaan donor darah massal dilakukan sesuai dengan permintaan atau kerja sama yang diajukan sejumlah pihak.
Melalui petugas yang bertugas di rumah sakit, PMI juga mengimbau keluarga pasien yang membutuhkan transfusi darah agar dapat membawa calon pendonor sebagai langkah membantu menjaga ketersediaan stok darah setiap harinya.
PMI Cianjur, lanjut dia, akan terus mengintensifkan kegiatan donor darah baik di dalam maupun di luar gedung sebagai upaya memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Berbagai program juga disiapkan dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap Juni.
Baca juga: Dedi Mulyadi Siapkan Program Rehabilitasi bagi Pelajar yang Terlibat Pesta Gay di Karawang
Selain itu, sosialisasi mengenai pentingnya donor darah secara berkala terus dilakukan kepada berbagai lapisan masyarakat. PMI juga berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif dengan mendorong setiap organisasi perangkat daerah melaksanakan kegiatan donor darah rutin setidaknya setiap dua bulan sekali.
Menurut Susilawati, donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat memberikan manfaat besar bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah untuk kelangsungan pengobatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara