Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 17:26 WIB

Pemkot Bandung dan Pemkot Bogor Jalin Kerja Sama Atasi Stunting

Pemkot Bandung dan Pemkot Bogor Jalin Kerja Sama Atasi StuntingPemkot Bandung dan Pemkot Bogor Jalin Kerja Sama Atasi Stunting (Pemkot Bandung)

JAWA BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima kunjungan kerja dari Pemkot Bogor di Balai Kota Bandung, Rabu (20/8/2025). Pertemuan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik kedua daerah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Rombongan Pemkot Bogor dipimpin Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dan disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Dalam kesempatan itu, Erwin menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada kecerdasan, kesehatan jangka panjang, hingga kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan juga tantangan pembangunan yang memerlukan sinergi lintas sektor,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, Pemkot Bandung telah menjalankan sejumlah langkah, mulai dari pemanfaatan Electronic Human Development Worker (EHDW), penguatan peran Posyandu, peningkatan akses gizi seimbang, hingga kolaborasi bersama dunia usaha melalui program CSR. Selain itu, keterlibatan PKK, akademisi, dan komunitas masyarakat terus digalakkan agar program pencegahan stunting berjalan berkesinambungan.

Baca juga: Gebyar Dashat Kota Bandung: Perkuat Peran Keluarga dalam Cegah Stunting

“Kami menyadari tidak mungkin menghadapi persoalan ini sendiri. Kunjungan dari Kota Bogor memberi wawasan baru sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas,” ucapnya.

Pemkot Bandung dan Pemkot Bogor Jalin Kerja Sama Atasi StuntingPemkot Bandung dan Pemkot Bogor Jalin Kerja Sama Atasi Stunting (Pemkot Bandung)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memaparkan strategi yang diterapkan di wilayahnya. Menurutnya, penurunan prevalensi stunting di Kota Bogor dapat dicapai berkat peran aktif ASN, swasta, dan masyarakat.

“Salah satu program kami adalah gerakan satu kilogram telur setiap bulan dari ASN, ditambah dukungan swasta berupa telur dan ayam per minggu. Intervensi tersebut terbukti memberi dampak signifikan dalam menurunkan stunting,” jelas Jenal.

Ia juga menyampaikan rencana inovasi lanjutan, seperti mengajak anggota DPRD menjadi “Bapak Asuh Stunting” di tiap kelurahan, serta mendorong hotel dan restoran ikut mendukung keluarga yang berisiko stunting. Menurutnya, penanganan yang terintegrasi dan satu komando akan membuat upaya lebih efektif.

Dari pihak Bandung, Kepala DPPKB Kota Bandung, Anhar Hadian, menambahkan sejumlah langkah lain yang tengah dijalankan, antara lain pemberian insentif bagi fasilitas umum yang menerapkan kawasan tanpa rokok, peningkatan akses jamban sehat, serta penanganan penyakit penyerta yang kerap menjadi faktor risiko stunting.

Anhar menargetkan angka prevalensi stunting di Bandung dalam RPJMD 2025 berada di kisaran 20,54 persen. Namun, pihaknya menyiapkan target bayangan yang lebih ambisius. “Kami memastikan setiap inovasi yang lahir di tingkat kecamatan benar-benar diterapkan, bukan hanya berhenti di konsep. Untuk itu, ada penilaian dan asesmen berkala,” jelasnya.

Baca juga: Pemkot Bandung Luncurkan Program Prakarsa, Fokus pada Sampah, Stunting, dan Kemiskinan

Pertemuan tersebut juga menyoroti tantangan pola asuh anak, peningkatan kesadaran keluarga akan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan data stunting. Selain itu, pentingnya patroli kesehatan yang melibatkan mahasiswa, kader, dan masyarakat juga menjadi bahasan agar bantuan pangan tambahan (PMT) tepat sasaran.

Baik Bandung maupun Bogor sepakat memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mempercepat penurunan angka stunting di masing-masing daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkot Bandung dan Pemkot Bogor Jalin Kerja Sama Atasi Stunting

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!