Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 21 JULI 2025 • 00:00 WIB

Pemkot Cirebon Perkuat Komitmen Tangani Stunting Lewat Program Bangga Kencana

Pemkot Cirebon Perkuat Komitmen Tangani Stunting Lewat Program Bangga KencanaPemkot Cirebon Perkuat Komitmen Tangani Stunting Lewat Program Bangga Kencana (pemda cirebon)

JAWA BARAT - Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan komitmennya dalam upaya menekan angka stunting sejak dini melalui penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menghadiri kegiatan sosialisasi yang digelar oleh BKKBN bekerja sama dengan DPW Perempuan Bangsa Jawa Barat, Sabtu (19/7/2025).

Dalam sambutannya, Siti Farida menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai strategis dalam mendukung pembangunan keluarga sebagai pondasi dasar kemajuan bangsa. Menurutnya, keluarga yang sehat, berpengetahuan, dan sejahtera merupakan modal penting dalam menciptakan generasi yang tangguh.

“Bangga Kencana bukan sekadar program teknis kependudukan. Ini adalah upaya bersama untuk membentuk keluarga yang sadar akan pentingnya kesehatan, pendidikan, dan nilai-nilai kehidupan,” ujar Wakil Wali Kota.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian utama saat ini, lanjutnya, adalah persoalan stunting—kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada anak. Ia menekankan bahwa isu ini tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyangkut dimensi kemanusiaan.

“Jika satu anak mengalami stunting, maka satu potensi bangsa telah kita abaikan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Cirebon, menurutnya, telah menjadikan penanganan stunting sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan data dari e-PPGBM, prevalensi stunting di Kota Cirebon menunjukkan penurunan dari 12,83% pada 2022 menjadi 11,66% di tahun 2023. Meski demikian, data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) justru mencatat kenaikan dari 17% menjadi 19,9% pada periode yang sama.

“Kondisi ini menandakan masih ada celah yang harus kita benahi bersama, mulai dari edukasi keluarga, pemenuhan gizi, hingga akses terhadap air bersih dan layanan kesehatan yang merata,” ungkapnya.

Baca juga: Program Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Upaya Nyata Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi keluarga terhadap pola asuh dan gizi. Menurutnya, ketidaktahuan terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif, pola makan seimbang, serta kebersihan lingkungan menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan—terlepas dari latar belakang ekonomi keluarga.

Ia pun menekankan peran krusial perempuan dalam hal ini. “Perempuan, khususnya para ibu, adalah sumber awal pengetahuan dan pelindung kehidupan dalam keluarga. Maka, pemberdayaan perempuan harus menjadi bagian dari solusi penurunan stunting,” ujarnya.

Dalam konteks kebijakan, Pemkot Cirebon disebut terus memperkuat delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting, yang meliputi peran aktif kader Posyandu, peningkatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Setiap rumah tangga harus menjadi benteng utama pencegahan stunting. Setiap ibu memiliki peran penting sebagai pelopor gizi keluarga, dan setiap anak adalah investasi utama dalam pembangunan,” pungkasnya.

Pemkot Cirebon, bersama pemangku kepentingan lainnya, bertekad untuk terus mendorong gerakan terpadu dalam membangun masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemda Cirebon

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkot Cirebon Perkuat Komitmen Tangani Stunting Lewat Program Bangga Kencana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!