Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 24 JULI 2025 • 22:29 WIB

Disparbud Garut Perkuat Pengamanan Wisata Pantai, Targetkan 3,6 Juta Kunjungan pada 2025

Disparbud Garut Perkuat Pengamanan Wisata Pantai, Targetkan 3,6 Juta Kunjungan pada 2025Disparbud Garut Perkuat Pengamanan Wisata Pantai, Targetkan 3,6 Juta Kunjungan pada 2025 ( Antara Foto )

JAWA BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut terus meningkatkan kualitas layanan di kawasan wisata pantai, khususnya dalam aspek keamanan dan kenyamanan, guna mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Disparbud Garut, Luna Avriantini, menekankan bahwa upaya menjaga keamanan dan kenyamanan destinasi wisata bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan itu sendiri.

"Keamanan dan kenyamanan adalah faktor utama dalam pengelolaan destinasi. Ini merupakan tanggung jawab bersama," ujar Luna saat ditemui di Garut, Kamis (24/7).

Baca juga: Wabup Cianjur Dorong Penguatan Dialog Tripartit untuk Hubungan Industrial yang Seimbang

Kabupaten Garut diketahui memiliki berbagai jenis destinasi wisata, mulai dari wisata budaya, wisata buatan, hingga wisata alam yang meliputi kawasan pegunungan dan pesisir pantai sepanjang sekitar 80 kilometer. Beberapa pantai unggulan yang menjadi tujuan wisata di antaranya Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang, dan Pantai Cijeruk.

Untuk mendukung pelayanan di kawasan pantai, Disparbud Garut mengandalkan keberadaan petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing-masing lokasi. Fokus utamanya mencakup aspek kebersihan, kenyamanan lingkungan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.

Saat ini, terdapat 14 personel Balai Wisata Tirta (Balawista) yang ditempatkan di tiga titik utama, yakni Pantai Sayang Heulang, Rancabuaya, dan Santolo. Mereka bertugas membantu pengunjung, terutama dalam penanganan insiden di laut.

"Kawasan pantai lain memang belum memiliki petugas tetap. Namun kami meminta personel yang ada untuk tetap sigap membantu jika ada kejadian darurat di lokasi lain," jelas Luna.

Seiring dengan itu, Disparbud Garut juga tengah berupaya menambah perlengkapan keselamatan bagi tim Balawista agar penanganan terhadap potensi kecelakaan laut dapat dilakukan secara maksimal.

Luna turut mengingatkan bahwa sebagian besar kawasan pantai di wilayah selatan Garut memiliki karakter ombak yang kuat, sehingga tidak dianjurkan untuk aktivitas berenang. Rambu-rambu peringatan telah dipasang sebagai bentuk edukasi dan antisipasi terhadap potensi bahaya.

Baca juga: Tantangan Penerangan Jalan di Kota Bandung: Butuh Kolaborasi dan Inovasi

"Pantai-pantai ini memang lebih cocok dinikmati dari tepian. Kami selalu mengimbau agar wisatawan tidak memaksakan diri untuk berenang, demi keselamatan bersama," tegasnya.

Disparbud pun secara rutin melakukan patroli dan sosialisasi agar pengunjung mematuhi aturan dan tetap mengutamakan keselamatan selama berada di area wisata pantai.

Di sisi lain, Luna berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat dalam penyediaan fasilitas pendukung dan pengembangan destinasi, agar kawasan pantai di Garut dapat lebih optimal menarik minat wisatawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Disparbud Garut Perkuat Pengamanan Wisata Pantai, Targetkan 3,6 Juta Kunjungan pada 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!