Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 21 JULI 2025 • 19:50 WIB

Dua Mahasiswa Terseret Ombak di Pantai Puncak Guha, Pencarian Masih Dilanjutkan

Dua Mahasiswa Terseret Ombak di Pantai Puncak Guha, Pencarian Masih DilanjutkanDua Mahasiswa Terseret Ombak di Pantai Puncak Guha, Pencarian Masih Dilanjutkan (FOTO:Satpolairud Polres Garut)

JAWA BARAT - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut mengonfirmasi hilangnya dua mahasiswa yang terseret arus saat berenang di kawasan berbahaya Pantai Puncak Guha, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu (20/7) pagi.

Kepala Satpolairud Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, menyampaikan bahwa lokasi tersebut sudah sejak lama ditetapkan sebagai zona terlarang untuk aktivitas renang, mengingat karakteristik ombak yang kuat dan membahayakan.

“Pantai itu memang masuk area terlarang untuk berenang. Sudah ada tanda peringatan dan bendera merah yang menunjukkan zona bahaya,” ujar Iptu Aep saat dihubungi, Senin (21/7).

Baca juga: Polres Garut Periksa 10 Orang Terkait Insiden Kericuhan di Acara Pernikahan Anak Gubernur Jabar dan Wakil Bupati Garut

Korban yang dilaporkan hilang adalah Oka Mahbubu Rijal (22) asal Brebes, Jawa Tengah, dan Ripan Muhamad Yusup (20) warga Sumedang, Jawa Barat. Keduanya diketahui merupakan mahasiswa Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Jatinangor.

Menurut penuturan aparat, saat kejadian mereka tengah berenang bersama seorang rekan lain yang berhasil diselamatkan dan kini mendapat perawatan di Puskesmas Caringin. Sementara dua lainnya hilang setelah terseret ombak.

“Warga sekitar, termasuk nelayan, pun tidak pernah berenang di sana. Karena memang sangat berisiko. Sayangnya, masih ada pengunjung yang mengabaikan peringatan,” imbuhnya.

Hingga hari kedua, tim gabungan dari Search and Rescue (SAR) masih melakukan pencarian. Upaya dilakukan dengan membagi petugas ke sejumlah titik di sepanjang garis pantai, baik ke arah barat maupun timur. Selain patroli darat, pencarian juga melibatkan penggunaan drone dan perahu karet untuk menyisir area laut.

Namun, pencarian di laut sempat dihentikan sementara karena kondisi ombak dan angin yang tidak bersahabat, dinilai terlalu berbahaya bagi keselamatan tim.

“Kami sempat coba menyisir laut, tapi kondisi cuaca kurang mendukung. Kami putuskan untuk menarik tim demi keamanan,” jelas Iptu Aep.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan pada hari berikutnya, dengan rencana memperluas area pencarian. Aparat berharap cuaca membaik agar pencarian dapat dilakukan lebih optimal.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mematuhi rambu keselamatan di kawasan pantai, khususnya di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona rawan oleh otoritas setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dua Mahasiswa Terseret Ombak di Pantai Puncak Guha, Pencarian Masih Dilanjutkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!