Senin, 04 MEI 2026 • 18:25 WIB

Kirab Milangkala Tatar Sunda Angkat Warisan Budaya dan Sejarah Sunda

Author

Kirab Milangkala Tatar Sunda Angkat Warisan Budaya dan Sejarah Sunda

JAWA BARAT - Ribuan warga memadati sepanjang rute Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan terlihat tinggi dalam menyaksikan prosesi budaya yang sarat nilai sejarah tersebut.

Kirab dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menunggangi kuda sambil membawa Mahkota Binokasih asli, peninggalan penting dari Kerajaan Sunda. Kehadiran mahkota tersebut menjadi simbol utama dalam rangkaian kegiatan.

Iring-iringan kirab turut diikuti oleh Wakil Gubernur Erwan Setiawan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati M Fakar Aldila, jajaran Keraton Sumedang Larang, serta perwakilan seni budaya dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Rute kirab dimulai dari Keraton Sumedang Larang dan berakhir di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Setibanya di lokasi akhir, masing-masing daerah menampilkan ragam kesenian khas yang mencerminkan kekayaan budaya Tatar Sunda.

Kabupaten Sumedang sendiri menampilkan tari umbul sebagai representasi semangat dan identitas budaya lokal yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Baca juga: Promo Unik Idul Adha, Toko Mas Panghegar Tawarkan Undian Kambing Qurban

Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya untuk meneguhkan kembali jati diri masyarakat Sunda. Ia menilai, nilai historis Mahkota Binokasih yang tersimpan di Sumedang memiliki makna penting dalam mengingatkan identitas budaya.

Menurutnya, selain memperkuat kebanggaan terhadap budaya, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkenalkan potensi pariwisata daerah.

Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya mengangkat kembali nilai simbolik Mahkota Binokasih sebagai representasi kebesaran budaya Sunda. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama masyarakat yang dinilai konsisten menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya.

Dedi menambahkan, ke depan diperlukan langkah evaluasi dan penataan terhadap pengembangan seni daerah agar dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

Baca juga: Pentahelix Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Jabar

Kabupaten Sumedang dipilih sebagai titik awal pelaksanaan kirab mengingat peran historisnya sebagai tempat penyimpanan Mahkota Binokasih, yang menjadi simbol penting dalam perjalanan sejarah Sunda.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga sarana edukasi yang mengajak masyarakat untuk kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bersama.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Sumedang

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU