Elina Keramik, Sentuhan Estetika dari Tanah Liat hingga Rotan (Pemkot Bandung)
JAWA BARAT - Elina Keramik menjadi salah satu pusat produksi keramik yang menawarkan keunikan tersendiri dengan memadukan material bambu, kayu, hingga rotan pada setiap karyanya. Sentuhan ini memberi nilai lebih, baik dari sisi estetika maupun fungsi.
Berlokasi di Jalan Taman Pramuka 181, usaha yang berdiri sejak 2001 ini telah menghadirkan beragam produk, mulai dari perlengkapan makan seperti gelas, piring, cangkir, hingga mangkuk. Selain itu, Elina Keramik juga mengembangkan lini aksesori berupa kalung, gelang, dan anting.
Dalam proses pembuatannya, terdapat dua jenis tanah liat yang digunakan. Pertama, tanah plered berwarna cokelat kemerahan yang umumnya dipakai untuk membuat guci. Kedua, tanah stoneware berwarna abu-abu yang kerap dijadikan bahan tableware.
Elina Keramik, Sentuhan Estetika dari Tanah Liat hingga Rotan (Pemkot Bandung)
Setiap harinya, Elina Keramik mampu memproduksi sekitar 20 hingga 30 item, tergantung jenis produk yang dibuat. Kisaran harga pun cukup luas, mulai dari Rp20.000 hingga Rp3.000.000. Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional.
“Kami pernah ekspor ke Dubai, Belanda, dan terakhir tahun lalu ke Amerika,” tutur Elina, pemilik Elina Keramik.
Tak hanya berfokus pada produksi, Elina Keramik juga membuka kelas pembuatan keramik yang tersedia setiap Senin hingga Sabtu. Sementara pada hari Minggu, kegiatan kelas diliburkan.
Baca juga: Bandung, Surga Pasar Loak untuk Pecinta Barang Antik
Biaya pendaftaran kelas berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000, tergantung kebutuhan peserta. Peminat dapat melakukan pemesanan langsung melalui akun Instagram @elina.keramik. Program belajar ini memberi fleksibilitas, mulai dari hanya mengikuti proses pembuatan hingga tahap pembakaran dan pewarnaan.
Dengan ciri khas inovasi yang ditawarkan, Elina Keramik meyakini bahwa setiap studio keramik memiliki karakter desain yang layak diangkat dan dikembangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung