JAWA BARAT - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri acara syukuran lulusan baru Program Studi Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) yang digelar di Bandung, Sabtu (25/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 13 dokter spesialis kejiwaan menerima sertifikat kompetensi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)-1 Psikiatri FK Unpad yang diserahkan oleh Kepala Departemen sekaligus Ketua Program Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unpad/RSHS, Shelly Iskandar.
Kehadiran Dony dalam acara tersebut mewakili keluarga salah seorang lulusan, Jamal Abdul Naser, yang merupakan adik kandungnya. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan fakultas, para guru besar, konsulen, dosen, serta seluruh tenaga pendidik yang telah membimbing para peserta didik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan spesialis.
Menurut Dony, capaian yang diraih para lulusan merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi selama menjalani pendidikan. Namun, ia menilai keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari orang tua, pasangan, keluarga, hingga para pendidik yang senantiasa memberikan doa, motivasi, dan bimbingan.
"Semoga pencapaian ini menjadi awal dari pengabdian yang semakin luas, bukan menjadi akhir dari proses belajar," ujar Dony.
Baca juga: Musim Kemarau Mulai Berdampak, Bupati Sumedang Minta Aparat Wilayah Pantau Krisis Air Bersih
Dalam sambutannya, Dony juga menyoroti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat serta dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Menurutnya, di tengah berbagai perubahan tersebut, isu kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia mengungkapkan bahwa semakin banyak masyarakat menghadapi tekanan hidup, kelelahan psikologis, kecemasan, rasa kesepian, hingga kehilangan makna hidup yang berujung pada berbagai gangguan kesehatan jiwa. Oleh karena itu, profesi psikiater dinilai memiliki posisi yang semakin strategis.
"Peran psikiater tidak hanya menangani gangguan kejiwaan ketika seseorang mengalami sakit, tetapi juga menjadi pendidik masyarakat sekaligus penggerak literasi kesehatan mental," katanya.
Lebih lanjut, Dony menyampaikan bahwa kemajuan ilmu kedokteran, kecanggihan teknologi, hingga hadirnya kecerdasan buatan dapat membantu proses diagnosis dan pengelolaan data medis. Meski demikian, ia menegaskan bahwa empati tetap menjadi unsur yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Menurutnya, kemampuan mendengarkan serta memahami pasien sebagai manusia merupakan nilai utama yang menjadikan profesi psikiater memiliki kemuliaan tersendiri. Ia menilai setiap pasien datang tidak hanya membawa gejala penyakit, tetapi juga kisah kehidupan, harapan, serta berbagai kecemasan yang membutuhkan kehadiran tenaga medis yang benar-benar memahami kondisi mereka.
Baca juga: Bank Indonesia Apresiasi Kinerja Pemkab Sumedang dalam Pengendalian Inflasi dan Transformasi Digital
Dony juga menyinggung perspektif neurosemantik yang memandang kualitas hidup seseorang dipengaruhi oleh makna yang diberikan terhadap pengalaman hidupnya. Dalam konteks tersebut, ia menilai psikiater memiliki peran penting dalam membantu seseorang membangun sudut pandang yang lebih sehat, adaptif, dan memberdayakan sehingga mampu kembali menatap masa depan dengan optimisme.
"Pada hakikatnya, profesi psikiater merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena membantu seseorang menemukan kembali harapan yang mungkin sempat hilang," tuturnya.
Menutup sambutannya, Dony berpesan agar para dokter spesialis kejiwaan senantiasa menjaga kesehatan fisik maupun mental mereka sendiri. Ia meyakini kualitas pelayanan kepada pasien sangat dipengaruhi oleh kondisi pribadi tenaga medis.
Ia juga mengajak para lulusan untuk menjaga keseimbangan hidup, meluangkan waktu bersama keluarga, memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT, serta terus mengembangkan kompetensi diri. Menurutnya, dokter yang sehat, bahagia, dan memiliki makna hidup akan lebih mampu menghadirkan ketenangan sekaligus menumbuhkan optimisme bagi setiap pasien yang ditanganinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Sumedang