JAWA BARAT - Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya menjaga keberadaan sapi perah betina agar tidak dialihkan menjadi sapi potong. Langkah tersebut dinilai perlu untuk menjamin keberlangsungan produksi susu segar di tengah penerapan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Menurut Komisi II, keberadaan sapi perah memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan bahan pangan bergizi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Jawa Barat.
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Budiwanto, mengatakan populasi sapi perah harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Ia menegaskan sapi perah betina tidak boleh dialihkan fungsinya karena menjadi faktor utama dalam menjaga kesinambungan produksi susu.
"Sapi perah harus dijaga dan dikembangkan dengan baik. Kami juga menegaskan bahwa sapi perah betina tidak boleh dialihkan fungsinya menjadi sapi potong, karena keberadaannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi susu," ujar Budiwanto di Bandung, Jumat.
Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak terhadap operasional Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Pakan Ternak (BPTSP dan HPT) Jawa Barat di Cikole, Lembang. Meski demikian, menurutnya, layanan pembibitan, kesehatan ternak, serta pemanfaatan teknologi harus tetap menjadi prioritas agar produktivitas sapi perah dapat dipertahankan.
Baca juga: Pemkab Cianjur Ajukan Bantuan 20 Armada Sampah ke Kementerian PU
"Efisiensi anggaran ini sangat berpengaruh ke UPTD, tetapi tetap harus mempertahankan dan mampu meningkatkan produktivitas sapi perah," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati, menyatakan pihaknya akan terus mengawal komitmen tersebut melalui penguatan regulasi dan dukungan terhadap kebutuhan anggaran operasional.
Ia berharap UPTD BPTSP dan HPT Cikole tetap berfungsi sebagai pusat pengembangan sapi perah unggulan yang mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk susu asal Jawa Barat, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Lina menambahkan, kualitas produk olahan susu sangat bergantung pada penerapan standar sterilisasi, kondisi kesehatan dan kebersihan ternak, serta ketersediaan pakan alami yang memenuhi kebutuhan nutrisi.
Di sisi lain, anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Dadan Surya Negara, mengusulkan pemanfaatan kawasan hutan produksi sebagai salah satu solusi untuk menjamin ketersediaan hijauan pakan ternak secara berkelanjutan.
Baca juga: Sayembara Rp250 Juta Berakhir untuk Keluarga Korban, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi
Menurut Dadan, kualitas sapi perah sangat dipengaruhi oleh pakan dan suplemen konsentrat yang diberikan. Ia menilai pemberian pakan alami secara berkesinambungan akan memberikan hasil yang lebih baik bagi produktivitas ternak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi sapi perah di Jawa Barat tercatat mencapai 98.149 ekor. Kabupaten Bandung Barat menjadi wilayah dengan populasi terbesar, yakni 26.469 ekor, disusul Kabupaten Bandung sebanyak 25.449 ekor. Sementara itu, jumlah populasi di kabupaten lainnya tercatat masing-masing di bawah 12.000 ekor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara