Rabu, 17 JUNI 2026 • 15:00 WIB

Musim Kemarau Tiba, Disdamkar Garut Tingkatkan Kesiapsiagaan 24 Jam

Author

Musim Kemarau Tiba, Disdamkar Garut Tingkatkan Kesiapsiagaan 24 Jam

JAWA BARAT - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran yang cenderung meningkat selama musim kemarau. Warga diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, baik di lingkungan permukiman maupun lahan terbuka.

Kepala Disdamkar Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah kesiapsiagaan dengan menempatkan personel siaga selama 24 jam di seluruh pos pemadam kebakaran.

"Kami terus bersiaga selama 24 jam. Selain petugas yang bertugas, kami juga menyiapkan personel cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan," ujar Usep di Garut, Selasa.

Menurutnya, musim kemarau yang kini mulai berlangsung menuntut kewaspadaan lebih tinggi, baik dari petugas maupun masyarakat. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu kebakaran, mulai dari gangguan instalasi listrik, kebocoran gas, hingga penggunaan tungku tradisional yang masih banyak digunakan warga untuk memasak.

"Sebagian besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, kebocoran gas, maupun aktivitas pembakaran yang berasal dari tungku," katanya.

Selain itu, aktivitas membakar sampah di area terbuka juga menjadi salah satu penyebab kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau. Api yang tidak terkendali dapat dengan mudah merambat ke lahan sekitar dan berpotensi mengancam kawasan permukiman.

Baca juga: Peserta dari 13 Negara Meriahkan Garut International Kite Festival 2026

Usep mengungkapkan, dalam sepekan terakhir pihaknya menerima laporan kebakaran lahan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Banyuresmi, Leles, serta beberapa kawasan di Garut bagian selatan. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kejadian tersebut dipicu oleh aktivitas pembakaran yang kemudian meluas ke area lain.

"Api dari aktivitas pembakaran merembet ke lahan yang berdekatan dengan permukiman. Saat itu kami segera melakukan penanganan agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga," ujarnya.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Disdamkar Garut mencatat sebanyak 127 kasus kebakaran rumah yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti korsleting listrik, kebocoran gas, penggunaan tungku, hingga aktivitas pembakaran terbuka.

Untuk mendukung penanganan kejadian kebakaran, Disdamkar Garut menyiagakan personel di 10 pos yang tersebar di wilayah utara, tengah, selatan, dan kawasan perkotaan Kabupaten Garut. Selain itu, tersedia 12 unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit kendaraan suplai yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU