Sabtu, 21 MARET 2026 • 00:59 WIB

Farhan: Takbiran Tanpa Pawai Wujud Toleransi di Tengah Perbedaan Hari Raya

Author

Farhan: Takbiran Tanpa Pawai Wujud Toleransi di Tengah Perbedaan Hari Raya

JAWA BARAT - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pelaksanaan malam takbiran bagi warga Muhammadiyah di Kota Bandung berlangsung dengan tertib dan khidmat. Hal tersebut disampaikan saat ia meninjau kegiatan di Masjid Mujahidin, Kamis (19/3).

Farhan menjelaskan, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026. Dengan penetapan tersebut, malam hari ini langsung menjadi malam takbiran tanpa didahului pelaksanaan salat tarawih.

“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, kami mengucapkan selamat Idulfitri bagi yang merayakan pada 20 Maret. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan akan mengikuti takbiran pada dua kesempatan. Pada malam ini, ia bergabung dengan warga Muhammadiyah, sementara pada malam berikutnya ia kembali mengikuti takbiran menjelang Idulfitri sesuai penetapan pemerintah.

Baca juga: 2.124 Titik Salat Id Tersebar di Bandung, Pemkot Pastikan Kesiapan Maksimal

Farhan menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Mengingat pada waktu yang sama umat Hindu tengah menjalankan Hari Raya Nyepi, Pemerintah Kota Bandung mengimbau agar kegiatan takbiran tidak dilakukan dalam bentuk pawai.

“Ini wujud Bhinneka Tunggal Ika. Kita menghormati saudara-saudara yang sedang menjalankan Nyepi, sehingga tidak ada pawai takbiran malam ini,” tegasnya.

Farhan: Takbiran Tanpa Pawai Wujud Toleransi di Tengah Perbedaan Hari Raya

Ia memastikan Pemkot Bandung bersama jajaran kewilayahan telah bersiaga untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Dikdik Dahlan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri akan digelar di berbagai titik di Kota Bandung, dengan sekitar 56 masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan.

Khusus jemaah Masjid Mujahidin, salat Id akan dilaksanakan di Lapangan Lodaya dengan imam dan khatib Hilman Latief, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Dikdik memperkirakan jumlah jemaah akan meningkat seiring adanya perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk datang lebih awal agar mendapatkan tempat.

Baca juga: Shalat Idul Fitri Muhammadiyah di Bandung Berlangsung Khidmat dan Tertib

Ia menambahkan, persiapan pelaksanaan ibadah telah mencapai lebih dari 80 persen. Meski sempat terkendala kondisi cuaca, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat berjalan lancar.

Menurutnya, situasi ini menjadi gambaran nyata toleransi dan kebersamaan di Kota Bandung, di tengah perbedaan waktu perayaan Idulfitri dan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU