Pemkab Bogor dan TNI Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Percepatan Pembangunan
JAWA BARAT - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 bersama Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, di Makorem 061/SK, Kota Bogor, Kamis (16/4). Pertemuan tersebut menitikberatkan pada penguatan sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Dalam forum tersebut, sejumlah program strategis turut dibahas, di antaranya Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk meningkatkan konektivitas hingga ke wilayah terpencil.
Rudy Susmanto menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Menurutnya, Rakornis ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi antara berbagai pihak.
Pemkab Bogor dan TNI Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Percepatan Pembangunan
“Sinergi yang terus terjalin ini menjadi kekuatan bersama dalam memastikan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan TNI diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok wilayah.
Sementara itu, Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio menyampaikan bahwa koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah selama ini telah berjalan, namun melalui Rakornis ini pembahasan dilakukan lebih terfokus, terutama terkait kamtibmas dan percepatan pembangunan.
Ia menyebut sejumlah program turut didorong dalam kolaborasi tersebut, termasuk pengembangan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat.
Baca juga: Rudy Susmanto: Sport Center Rancabungur Jadi Penggerak Ekonomi Baru Bogor
Selain itu, TNI juga menjalankan program pembangunan Jembatan Perintis Garuda sebagai solusi atas kebutuhan infrastruktur, khususnya di wilayah rawan bencana. Program ini menjadi respons atas sejumlah kejadian kerusakan jembatan yang berdampak pada mobilitas masyarakat.
“Perbaikan jembatan dilakukan menggunakan anggaran TNI dengan dukungan pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap Korem memiliki target pembangunan lima jembatan per bulan, dengan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat serta hasil kajian teknis di lapangan.
Baca juga: Bogor 2027: Infrastruktur, Layanan Publik, dan Ekonomi Jadi Fokus Pembangunan
Menurutnya, program yang dijalankan TNI dirancang untuk melengkapi kebijakan pemerintah daerah, sehingga sinergi yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Bogor