Campak Mudah Menular, Dinkes Bandung Tekankan Deteksi Dini dan Isolasi
JAWA BARAT - Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak serta segera melakukan pemeriksaan guna mencegah penyebaran yang lebih luas.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menjelaskan bahwa gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam tinggi yang kemudian diikuti munculnya ruam pada kulit.
Selain itu, gejala lain yang kerap menyertai antara lain batuk, pilek, dan mata merah. Ia menekankan pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala tersebut muncul.
Dadan juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu hingga timbul ruam untuk melakukan pemeriksaan. Menurutnya, pemeriksaan sejak munculnya demam akan membantu tenaga kesehatan dalam melakukan penanganan lebih dini.
Baca juga: Dinkes Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan
Lebih lanjut, pasien yang diduga terinfeksi campak disarankan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sebagai langkah pencegahan penularan. Pasien juga diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah dan menggunakan masker karena virus dapat menyebar melalui udara.
Ia menambahkan, virus campak diketahui mampu bertahan di udara hingga dua jam, sehingga potensi penularannya tergolong tinggi.
Untuk itu, selain melalui imunisasi, masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh guna meminimalkan risiko penularan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung