Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 31 MARET 2026 • 16:03 WIB

Dinkes Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Dinkes Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Jadi Kunci PencegahanDinkes Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

JAWA BARAT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak sebagai upaya utama menekan risiko penularan penyakit yang saat ini menunjukkan peningkatan kasus.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari campak yang memiliki tingkat penularan tinggi.

“Campak sangat mudah menular, bahkan tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan Covid-19. Satu orang dapat menularkan kepada 17 hingga 18 orang. Namun, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Hingga Maret 2026, Dinkes mencatat terdapat 248 kasus suspek campak di Kota Bandung, dengan 28 kasus di antaranya telah terkonfirmasi. Seluruh pasien dilaporkan telah pulih dan tidak ditemukan kasus kematian.

Dadan menyebutkan, sebagian besar kasus terjadi pada kelompok balita, dengan sekitar 69 persen di antaranya belum mendapatkan imunisasi campak. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah kelompok masyarakat.

Dinkes Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Jadi Kunci PencegahanDinkes Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Berdasarkan data Dinkes, capaian imunisasi campak rubella di Kota Bandung masih belum memenuhi target nasional sebesar 95 persen. Imunisasi dasar (MR1) pada bayi usia 9 bulan tercatat mencapai 84,3 persen pada 2024 dan 2025. Sementara itu, imunisasi lanjutan (MR2) pada usia 18 bulan masih lebih rendah, yakni 59,5 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 66,9 persen pada 2025.

Adapun cakupan imunisasi pada anak kelas 1 SD berada di angka 87 persen. Dadan menekankan masih adanya kesenjangan antara imunisasi dasar dan lanjutan, karena sebagian masyarakat menganggap imunisasi cukup dilakukan pada usia 9 bulan, padahal imunisasi lanjutan tetap diperlukan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Kota Bandung terus mengintensifkan program imunisasi kejar (catch-up campaign) di seluruh kecamatan. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang belum melengkapi imunisasi, selama masih berada dalam rentang usia balita.

Masyarakat dapat mengakses layanan imunisasi melalui puskesmas maupun kader kesehatan setempat. Selain itu, Dinkes juga melibatkan aparat kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam upaya edukasi kepada masyarakat.

Dinkes mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala campak yang umumnya diawali dengan demam tinggi, diikuti munculnya ruam pada kulit, serta gejala lain seperti batuk, pilek, dan mata merah. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan saat mengalami demam, tanpa menunggu munculnya ruam.

Baca juga: Dinkes Cianjur Telusuri Penyebab Kematian Dokter Muda, Warga Diminta Waspada Campak

Untuk mencegah penularan, penderita yang diduga campak dianjurkan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan menggunakan masker. Hal ini penting mengingat virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam.

Dadan menegaskan bahwa imunisasi menjadi perlindungan paling efektif dalam mencegah campak. Dengan cakupan imunisasi mencapai 95 persen, kekebalan kelompok dapat terbentuk sehingga mampu melindungi masyarakat secara luas.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memeriksa kembali status imunisasi anak dan segera melengkapinya apabila belum terpenuhi, sebagai langkah perlindungan bagi anak dan lingkungan sekitar.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dinkes Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!