Keterbatasan Lahan Tak Halangi Warga RW 01 Cipaganti Hadirkan Buruan Sae untuk Dukung PMT Balita
JAWA BARAT - Keterbatasan lahan tidak menyurutkan semangat warga RW 01 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan ruang yang tersedia, warga menghadirkan Buruan Sae berupa kebun vertikal yang hasil panennya dimanfaatkan untuk mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.
Ketua RW 01 Kelurahan Cipaganti, Wiwin Bindawati, menjelaskan bahwa konsep kebun vertikal dipilih sebagai solusi atas keterbatasan lahan di wilayahnya. Meski dibangun di area yang sempit, kebun tersebut tetap mampu menghasilkan panen secara rutin.
“Karena lahannya terbatas, sementara ini kami buat kebun vertikal. Walaupun kecil, hasilnya cukup baik dan bisa dipanen setiap bulan,” ujar Wiwin saat melakukan peninjauan, Rabu (24/12/2025).
Beragam jenis tanaman dibudidayakan dalam Buruan Sae tersebut, di antaranya cabai, pakcoy, selada, bayam, hingga stroberi. Bibit tanaman diperoleh melalui program Prakarsa yang diterima RW 01 sebagai penerima manfaat.
Baca juga: Pemkab Bandung Barat Terbitkan SE Kesiapsiagaan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
“Bibitnya kami dapat dari program Prakarsa. Di sana sudah termasuk bibit dan sarana kebunnya, jadi kami tinggal memanfaatkan dan merawatnya,” jelasnya.
Wiwin menambahkan, hasil panen dari kebun vertikal tersebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan PMT yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Sayuran segar dari kebun dimanfaatkan sebagai bahan tambahan menu makanan bagi balita.
“PMT biasanya membuat berbagai menu, seperti burger. Nah, sayurannya bisa diambil langsung dari hasil panen Buruan Sae ini,” katanya.
Di RW 01 Kelurahan Cipaganti tercatat sebanyak 124 balita menjadi sasaran program PMT, serta 118 lansia yang aktif mengikuti berbagai kegiatan. Keberadaan Buruan Sae diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan tambahan secara mandiri.
“Dana PMT memang sudah ada dari pemerintah, tapi dengan Buruan Sae ini kami bisa menambah bahan makanan dari hasil kebun sendiri,” ujarnya.
Baca juga: Program MBG Sumedang Dapat Apresiasi, Dianggap Siap Jadi Percontohan di Jabar
Ke depan, Wiwin berharap Buruan Sae di wilayahnya dapat dikembangkan dengan skala yang lebih luas. Ia mengungkapkan adanya rencana pemanfaatan lahan lain serta berharap dukungan dari dinas terkait.
“Harapannya ke depan bisa lebih besar. Sekarang masih terbatas karena lahannya, tapi mudah-mudahan ke depan ada tambahan lahan dan dukungan dari dinas,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Portal Jabar