Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 23:22 WIB

Program MBG Sumedang Dapat Apresiasi, Dianggap Siap Jadi Percontohan di Jabar

Program MBG Sumedang Dapat Apresiasi, Dianggap Siap Jadi Percontohan di JabarProgram MBG Sumedang Dapat Apresiasi, Dianggap Siap Jadi Percontohan di Jabar

JAWA BARAT - Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Indra Maha, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang atas pengembangan serta implementasi platform Menu Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui platform tersebut, informasi menu makanan bergizi bagi peserta didik dapat diakses secara terbuka melalui laman mbg.sumedangkab.go.id.

Apresiasi tersebut disampaikan Indra Maha saat menghadiri Rapat Koordinasi Program MBG yang digelar di Gedung Negara, Rabu (24/12/2025). Ia menilai Kabupaten Sumedang menunjukkan keseriusan dalam menjalankan Program MBG, tidak hanya dari aspek pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga dari sisi tata kelola, sistem pelaporan, dan akuntabilitas melalui pemanfaatan teknologi aplikasi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkewajiban memastikan pelaksanaan Program MBG di seluruh kabupaten dan kota berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Indra Maha menilai aplikasi MBG yang dikembangkan Pemkab Sumedang merupakan inovasi strategis karena mampu mengintegrasikan data menu, distribusi, serta melibatkan potensi ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan peternakan.

“Aplikasi ini memberi ruang bagi petani dan pelaku usaha lokal untuk menyesuaikan produksi dengan kebutuhan MBG, sehingga mendorong terjadinya perputaran ekonomi di tingkat lokal,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Santri Keracunan, Pemkab Sumedang Tanggung Seluruh Biaya Medis

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi model yang dapat diterapkan oleh daerah lain di Jawa Barat. Menurutnya, replikasi aplikasi MBG Sumedang akan memperkuat efektivitas pelaksanaan program di tingkat provinsi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Sumedang, menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut juga menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi menimbulkan tekanan inflasi, terutama pada sektor pangan.

Sebagai bentuk antisipasi, Pemkab Sumedang menggelar forum koordinasi lintas perangkat daerah terkait ketahanan pangan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Tuti menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumedang tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Variasi Protein untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Anak

Dalam pelaksanaannya, program MBG melibatkan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar seluruh rantai kegiatan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian menu, memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Bahan baku MBG kami upayakan bersumber dari petani, peternak, dan pelaku usaha di Sumedang. Proses pengumpulan hasil produksi lokal juga diintegrasikan untuk memastikan kebutuhan SPPG terpenuhi sesuai dengan menu yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga memanfaatkan aplikasi MBG sebagai sarana pelaporan menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Melalui sistem tersebut, Sumedang diharapkan dapat menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan Program MBG, khususnya dalam hal transparansi, pelaporan, dan pemanfaatan potensi ekonomi lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Sumedang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Program MBG Sumedang Dapat Apresiasi, Dianggap Siap Jadi Percontohan di Jabar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!