Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 03 JULI 2025 • 01:57 WIB

Kasus HIV di Karawang Terus Bertambah, Didominasi Sesama Jenis

Kasus HIV di Karawang Terus Bertambah, Didominasi Sesama JenisKasus HIV di Karawang Terus Bertambah, Didominasi Sesama Jenis (Gambar Ilustrasi)

JAWA BARAT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mencatat peningkatan signifikan jumlah kasus HIV sepanjang tahun 2025. Hingga akhir Mei, tercatat sebanyak 313 kasus baru infeksi HIV, dengan kelompok lelaki seks lelaki (LSL) sebagai populasi terbanyak yang terdampak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menyampaikan bahwa HIV dan infeksi menular seksual (IMS), seperti sifilis, menjadi salah satu fokus utama dalam program pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayahnya.

“Sifilis ditularkan melalui hubungan seksual. Jika seseorang yang telah terinfeksi melakukan kontak seksual dengan orang lain yang belum terpapar, maka risiko penularannya sangat tinggi,” jelas Yayuk.

Penularan HIV, kata Yayuk, memiliki pola serupa, yakni melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama, serta dari ibu ke anak selama kehamilan atau persalinan. “Data yang kami miliki menunjukkan bahwa kelompok lelaki seks lelaki menjadi yang paling banyak teridentifikasi dalam kasus baru HIV di Karawang,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba dalam Gulai Ayam di Lapas Karawang

Menurut Yayuk, dibandingkan tahun sebelumnya, tren kasus baru menunjukkan peningkatan. Hingga bulan Mei 2025, deteksi kasus baru telah mencapai 53 persen dari target, dan angka ini diprediksi akan terus bertambah.

Untuk merespons kondisi ini, Dinkes Karawang telah menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi langsung di fasilitas kesehatan, media massa, serta kerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD).

“Kami memiliki 26 rumah sakit yang seluruhnya sudah siap untuk melakukan tes HIV dan sifilis bagi kelompok yang masuk kategori berisiko. Selain itu, 50 puskesmas juga telah dilengkapi untuk layanan serupa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika seseorang terkonfirmasi positif HIV, penanganan harus segera dilakukan. Pemerintah Kabupaten Karawang saat ini memiliki 21 fasilitas kesehatan, terdiri dari 18 puskesmas dan 3 rumah sakit, yang telah menyediakan layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP).

“Tahun ini, kami melatih tenaga kesehatan dari 30 puskesmas. Masing-masing tim terdiri dari lima orang, termasuk dokter, bidan, tenaga farmasi, laboran, serta petugas pencatatan dan pelaporan. Hal ini untuk memastikan seluruh lini pelayanan mampu memberikan pengobatan,” kata Yayuk.

Lebih jauh, Yayuk mengungkapkan bahwa kelompok rentan meliputi LSL, transgender, pekerja seks komersial, warga binaan lembaga pemasyarakatan, serta ibu hamil. Sementara itu, kelompok usia paling banyak terdampak adalah usia produktif antara 20 hingga 49 tahun.

Ia pun mengimbau masyarakat Karawang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan.

“HIV merupakan penyakit menular yang tidak tampak secara kasat mata. Karenanya, hindari perilaku seksual berisiko, gunakan alat pelindung saat diperlukan, dan jauhi penggunaan jarum suntik secara bersama-sama. Kesetiaan dalam hubungan juga menjadi kunci pencegahan,” tutup Yayuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dinas Kesehatan Karawang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus HIV di Karawang Terus Bertambah, Didominasi Sesama Jenis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!