Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 20:17 WIB

Dari SLB ke Pasar Luas: Puka Dorong Karya Disabilitas Bernilai Ekonomi

Dari SLB ke Pasar Luas: Puka Dorong Karya Disabilitas Bernilai EkonomiDari SLB ke Pasar Luas: Puka Dorong Karya Disabilitas Bernilai Ekonomi

JAWA BARAT - Sebagai sebuah bisnis sosial yang bergerak di bidang kerajinan, Puka hadir dengan misi memberdayakan penyandang disabilitas melalui pembuatan tas, aksesori, dan berbagai produk kriya bernilai artistik. Usaha ini beroperasi di Jalan Jati No. 35, Kota Bandung, dengan menghadirkan ruang kerja yang inklusif dan ramah bagi seluruh pengrajinnya.

Produk-produk Puka dapat dijumpai secara langsung melalui Official Store Puka di The Park Jabar, Jalan Pahlawan No. 70, Kota Bandung. Kehadiran toko ini menjadi pintu bagi masyarakat untuk mengetahui lebih dekat hasil karya para pengrajin disabilitas.

Founder Puka, Dessy Nur Anisa Rahma, menuturkan bahwa semangat inklusivitas menjadi landasan utama berdirinya Puka. Sejak awal, Puka menggandeng Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, SLB BC YPLAB Wartawan Bandung, serta komunitas tuli dan down syndrome di Kota Bandung dalam proses produksi.

Sejak 2016, tercatat 15 penyandang disabilitas berusia 19 hingga 54 tahun telah bergabung dan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya bernilai ekonomi.

Baca juga: Mahasiswa Seni Rupa UPI Dilatih Publikasi dan Penanganan Karya Seni Secara Profesional

“Pada mulanya, saya mengerjakan semuanya sendiri. Namun ketika permintaan terus bertambah, saya mulai mencari mitra. Setelah menimbang beberapa pilihan, saya melihat potensi besar dari teman-teman di Sekolah Luar Biasa. Saat kami mulai bekerja bersama, hasilnya ternyata sangat memuaskan,” ujar Dessy.

Dari SLB ke Pasar Luas: Puka Dorong Karya Disabilitas Bernilai EkonomiDari SLB ke Pasar Luas: Puka Dorong Karya Disabilitas Bernilai Ekonomi

SLB sendiri memiliki mata pelajaran vokasi seperti kerajinan, tata rias, hingga kelas memasak yang berfokus pada pengembangan keterampilan. Dessy menyebut keterampilan tersebut sayang jika tidak dimanfaatkan.

“Daripada karya mereka hanya tersimpan, kami ingin memberi ruang agar kreasi itu memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat langsung bagi teman-teman disabilitas,” tambahnya.

Meski demikian, proses kerja inklusif memiliki tantangannya tersendiri. Dessy mengakui bahwa miskomunikasi, terutama dengan rekan tuli, kerap terjadi dan menjadi bagian dari proses adaptasi bersama.

Ia berharap keberadaan Puka dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang inklusivitas serta membuka pandangan terhadap potensi besar yang dimiliki penyandang disabilitas.

Baca juga: Ratusan Peserta Turun ke Monpera untuk Dukung Gerakan Resikkeun Jabar

“Kesan bekerja dengan teman-teman disabilitas sangat menyenangkan. Mereka membawa suasana baru bagi kami. Di balik berbagai keterbatasan, ada banyak kemampuan yang bisa terus dikembangkan,” ujarnya.

Ke depan, Puka ingin produknya semakin dikenal dan diterima masyarakat luas, sekaligus memperluas dampak sosial yang selama ini dibangun.

“Kami berharap dapat merekrut lebih banyak teman disabilitas agar manfaatnya bisa dirasakan lebih besar,” tutup Dessy.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari SLB ke Pasar Luas: Puka Dorong Karya Disabilitas Bernilai Ekonomi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!